Wali Kota Gorontalo Lirik Ketum PSSI

Kompas.com - 10/04/2011, 15:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah nama mulai bermunculan jelang pendaftaran calon ketua umum PSSI periode 2011-2015. Kali ini, Wali Kota Gorontolo Adhan Dambea menyatakan kesiapannya untuk memimpin induk sepak bola tertinggi di Indonesia itu.

"Sudah saatnya PSSI dipimpin oleh orang yang betul-betul mengurus sepak bola. Oleh karena itu, saya siap menjadi ketua umum PSSI," kata Adhan kepada wartawan, Minggu (10/4/2011).

Keinginan Adhan menjadi ketua umum PSSI tidak terlepas dari kekisruhan yang terjadi selama ini. Ia yakin bisa mengatasi persoalan yang ada di PSSI.

Lebih lanjut, Adhan mengaku telah banyak mendapat dukungan dari pemilik suara yang meliputi klub dan pengurus provinsi. "Saya sudah mendapatkan 35 dukungan. Namun, saya belum bisa membeberkan siapa-siapa saja yang mendukung saya," ucap Adhan.

Meski begitu, Adhan mengaku akan maju bila sudah ada kejelasan bahwa empat kandidat yang ditolak Komite Banding PSSI pada 28 Februari 2011 lalu (Nurdin Halid, George Toisutta, Nirwan Bakrie, dan Arifin Panigoro) dilarang sebagai calon kandidat ketua umum PSSI.

"Gorontalo menjadi orang yang pertama mendukung Toisutta. Kalau Toisutta dibolehkan, saya enggak maju. Namun kalau dia dilarang, saya siap maju," ujar Adhan.

Proses pemilihan ketua umum akan diurus oleh Komite Normalisasi. Proses pendaftaran calon ketua umum akan dimulai sejak 12 hingga 17 April mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau