Narkotika

Pesta Sabu, Dua Murid SMA Ditangkap

Kompas.com - 11/04/2011, 09:57 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Dua pelajar SMA ternama di Majene, Sulawesi barat ditangkap aparat kepolisian unit narkotika Polres Majene karena kedapatan sedang berpesta sabu, Senin (11/4/2011). Sementara, seorang pelaku lainnya adalah warga setempat.

Sejumlah barang bukti berupa sisa paket sabu seberat 3 gram, alat hisap (bong), dan sejumlah plastik pembungkus sabu disita petugas sebagai barang bukti. Petugas kini mendalami asal usul kepemilikan barang haram tersebut.

Firman (17), dan Sofyan (17) dua siswa SMA itu dicokok saat berpesta sabu dengan Basir (23) salah seorang warga Kelurahan Pangallialii, Majene. Ketiga pemuda ini ditangkap tak jauh dari kantor BPD Majene.

Peredaran obat terlarang jenis sabu di Majene mulai meresahkan warga. Pasalnya korban dan pelakunya tak hanya rakyat biasa, namun pejabat dan oknum petugas kepolisian serta pelajar ikut terseret dengan jaringan peredaran narkotika.

Sebelumnya, dua oknum petugas kepolisian di jajaran resor Polres Majene ditangkap petugas karena kedapatan pesta sabu di rumah warga.

Saat dimintai keterangan oleh polisi, Sofyan mengaku tak tahu asal usul barang haram yang dikonsumsinya tersebut. Kaurbin Narkotika Polres Majene, Ipda Muhammad Nur Parape menyebutkan ketiga tersangka ditangkap menyusul laporan warga yang resah. "Kita menemukan sisa paket sabu yang telah dikonsumsi bersama, untuk membuktikan kita tes urine dulu" jelas Muhammad Nur.

Ketiga tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolres Majene untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Mereka dijerat Pasal 112 sub 114 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 1999 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau