Ibu Kate Bikin Diet Dukan Makin Laris

Kompas.com - 11/04/2011, 11:37 WIB

KOMPAS.com - Hubungan Pangeran William dengan Kate Middleton semakin ramai diperbincangkan sejak pengumuman pertunangan mereka di Istana St James, Inggris, Selasa (16/11/2010) lalu. Kurang dari tiga minggu lagi, tepatnya Jumat, 29 April 2011, Kate-William akan menggelar pernikahan akbar di Westminster Abbey.

Pemberitaan mengenai peristiwa besar ini selalu saja menarik perhatian. Bukan hanya fakta-fakta mengenai Kate dan William saja yang menyihir khalayak. Bahkan Carole Middleton (56), ibu Kate, juga membawa pengaruh yang cukup besar. Model diet Dukan dari Perancis semakin tenar di Inggris berkat Carole.  

Sebulan sebelum Kate-William resmi bertunangan, Carole menjalankan The Dukan Diet. Banyak pihak berspekulasi, bahwa diet yang dilakukan mantan pramugari British Airways ini terkait dengan pernikahan putrinya. Carole melakukan diet agar tampil sempurna, memiliki tubuh ideal saat menyaksikan putrinya resmi menyandang status istri calon Pangeran Inggris nanti, begitulah anggapan banyak orang.

Apapun spekulasi yang diberitakan, Carole nyatanya sudah lebih awal memulai diet sebelum hubungan Kate dan William menjadi perbincangan banyak orang. Carole memilih diet Dukan karena memang pengaturan pola makan inilah yang berhasil merampingkan tubuh kebanyakan perempuan Perancis. Namun, buku diet model ini semakin laris sejak ada campur tangan calon besan keluarga kerajaan Inggris, yang tak lain adalah Carole.

"Buku The Dukan Diet populer di Inggris karena memang terbukti diet ini berhasil, selain karena pengaruh Carole Middleton," aku ahli nutrisi Perancis, Dr Pierre Dukan, penulis buku The Dukan Diet. Buku ini menjadi best seller di Inggris hanya lima bulan setelah diluncurkan Mei lalu, terjual lebih dari 250.000 kopi.

Carole mengaku berhasil menurunkan berat badan 1,8 kg dalam empat hari menjalani diet Dukan. Dr Dukan mengklaim diet ini menyehatkan, dan 40 persen orang yang menjalani diet ini memiliki berat badan yang stabil.

Program diet Dukan ini didesain untuk mengakar ke dalam otak pelaku diet. Diet Dukan terdiri atas empat program makan secara berbeda yang mengikuti satu sama lain. Diawali dengan penurunan berat badan yang cepat dan dramatis, yang menghasilkan pengaturan makan sederhana, terstruktur, dan berlaku dalam jangka panjang, untuk memastikan Anda tak akan mendapatkan kembali berat badan yang sudah Anda hilangkan.

Elemen terpenting yang mengaitkan empat tahap program tersebut adalah makan protein saja selama berhari-hari. Anda hanya perlu makan makanan tinggi protein, rendah kalori, dan mengurangi nafsu makan. Penyerapan tubuh terhadap protein akan menyebabkan pembakaran kalori, dan memungkinkan penurunan berat badan tanpa kehilangan kekuatan otot.

Ingin tahu bagaimana konsep The Dukan Diet secara detail? Baca juga The Dukan Diet, Rahasia Ramping Perempuan Perancis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau