Perbatasan

Korut Perketat Pengamanan dengan China

Kompas.com - 11/04/2011, 16:41 WIB

SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara telah memperketat pengamanan di sepanjang perbatasan dengan China sebagai bagian upaya menekan peningkatan aliran pengungsi, menurut stasiun radio Seoul yang disiarkan di Korea Utara, Senin (11/4/2011). Open Radio untuk Korea Utara mengatakan bahwa negara komunis itu pekan lalu mulai memasang kawat yang memunculkan nyala api ke udara bila terpicu.  Perangkat itu memudahkan patroli perbatasan menangkap mereka yang mencoba melarikan diri dari kampung halamannya yang miskin, mengutip seorang sumber di kota Hoeryong yang terletak di timur laut perbatasan.

"Pemerintah berencana untuk memasang perangkat itu di sepanjang perbatasan yang paling sering digunakan untuk penyeberangan dan penyelundupan oleh warga Korea Utara," kata seorang narasumber.    

China, sekutu utama Korea Utara, telah dilaporkan memperkuat pagar dan patroli di sepanjang perbatasan dalam upaya untuk menjaga pengungsi keluar. Pagar setinggi empat meter yang atasnya dipasang kawat berduri dibangun di sepanjang Sungai Yalu sekitar kota China, Dandong, yang menghadap ke kota Sinuiju di bagian barat laut Korea Utara, menurut laporan kantor berita Yonhap bulan lalu.    

Lebih dari 20.000 warga Korea Utara tiba di Korea Selatan sejak akhir perang 1950-1953, sebagian besar dalam beberapa tahun terakhir. Hampir semua pelintas batas itu pertama ke China, yang memulangkan mereka dengan alasan sebagai pengungsi ekonomi meskipun kritik dari kelompok hak asasi manusia. Banyak pengungsi mencoba untuk bepergian ke negara ketiga tempat mereka berharap dapat menuju ke Korea Selatan.

 
 
 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau