Pola baru setgab

Golkar: Cuma Rotasi Pemimpin Rapat

Kompas.com - 11/04/2011, 16:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyambut baik salah satu poin dalam draf kontrak baru koalisi  tentang mekanisme kepemimpinan harian di Sekretariat Gabungan secara bergiliran. Menurut dia, poin itu akan mendatangkan kombinasi kepemimpinan yang baik di antara pimpinan partai anggota koalisi.

"Oleh karena itu, saya merespons baik. Semua masih bisa memberi pendapat, bisa memberikan catatan kalau ada klausul yang belum sepakat. Yang dirotasi itu adalah pemimpin rapat, itu bisa saja," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/4/2011).

Hanya saja, Wakil Ketua DPR ini mengatakan, Setgab belum membahas poin ini secara khusus di dalam rapat. Namun, Golkar menilai, mekanisme memimpin rapat secara bergiliran bukanlah hal yang krusial dan Golkar tidak merasa turun pamor dengan perubahan pola kepemimpinan di Setgab.

"Saya secara personal berpendapat lebih baik lupakan kemarin. Lihat ke depan bersama koalisi itu lebih baik," ujarnya. 

Ical tak jabat ketua harian

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Demokrat Jafar Hafsah mengatakan, seiring dengan penataan ulang Setgab, posisi ketua harian yang kini dijabat Aburizal Bakrie dihapuskan. Aburizal alias Ical diberi posisi baru sebagai Wakil Ketua Setgab.

"Jadinya pimpinan koalisi dipimpin ketua umum dari partai koalisi. Presiden SBY sebagai ketua koalisi dan Pak Ical (Aburizal) menjadi Wakil Ketua," kata Jafar kepada wartawan, Senin.

Penataan ulang kelembagaan koalisi dilakukan pascapecahnya suara partai pendukung pemerintahan dalam pengguliran wacana angket kasus perpajakan pada Februari lalu. Dua partai koalisi, Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera, memilih sikap mendukung hak angket. Sikap ini berbeda dengan mayoritas partai koalisi yang menolak digulirkannya hak tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau