Kapan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Dibangun?

Kompas.com - 11/04/2011, 18:01 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia memberikan batas waktu (deadline) kepada perusahaan Bakrie Insfrastruktur untuk segera membangun kontruksi jalan tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi).

"Kami memberikan batas waktu kepada PT Bakrie Insfrastruktur sebagai pemenang tender pembangunan jalan tol Bocimi agar segera membangun kontruksinya," kata Anggota Komisi V DPR-RI, Yudi Widiyana Adia kepada wartawan usai reses di Sukabumi, Minggu. Yudi menambahkan, pemberian tenggat waktu ini disebabkan perusahaan yang memegang 75 persen proyek tersebut selalu "molor" dengan alasan terhambat oleh pembebasan lahan.

Maka dari itu, pihaknya pada 18 April mendatang akan melakukan pertemuan dengan perusahaan tersebut dan PT Jasa Sarana yang juga memegang proyek ini sebanyak 25 persen. "Jika mereka tidak sanggup, kami dari Komisi V bisa mencari kontraktor yang baru agar pembangunan jalan tol ini bisa segera dilaksanakan," tambahnya.

Ia mengungkapkan, rencananya awal pembangunan kontruksi akan dilakukan pada Mei mendatang, konstruksi itu mulai di bangun di daerah Dramaga-Bogor sampai Caringin-Bogor. Namun, pihak perusahaan sempat mengeluarkan alasan kembali yang katanya masih ada hambatan di pembebasan lahan di Caringin.

Selain itu, ada perubahan peta jalan tol di daerah Caringin sehingga mengharuskan merubah desain awal pembangunan jalan tol yang menyerap dana mencapai Rp 5 triliun.  "Untuk pembebasan lahan kami sudah menganggarkan dana pendamping melalui APBN sebesar Rp462 miliar sehingga tidak ada alasan lagi pembangunan tertunda," ungkapnya.

Nantinya jika sudah terbentuk jalan tol ini akan mempunyai panjang sekitar 53,4 KM yang terbentang dari Bogor, Ciawi sampai Sukabumi. Dengan adanya jalan tol ini bisa memacu pertumbuhan ekonomi dan akan mempermudah masuknya insvestasi di daerah tersebut. "Maka dari itu dengan jalan tol untuk Bocimi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," tegas Yudi.

Yudi menandaskan, jika masih ada warga yang enggan tanahnya untuk dibebaskan demi pembangunan ini maka pihaknya sesuai undang-udang pembahasan lahan akan tetap membangun dan hasil ganti ruginya silahkan diambil di pengadilan.

"Kebutuhan jalan tol ini bukan untuk segelintir orang tetapi semua pihak, dengan adanya jalan tol di Bocimi maka semuanya akan menikmati," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau