Banyak Pria Memakai Produk Perawatan Wanita

Kompas.com - 11/04/2011, 18:35 WIB

KOMPAS.com - Pria cenderung tak ambil pusing soal perawatan wajah dan tubuh. Produk apa yang tersedia di rumah, itulah yang akan digunakan untuk merawat tubuh. Pria cenderung mengandalkan atau bahkan pasrah saja dengan pilihan produk perawatan dari pasangan. Bahkan, 41 persen pria menggunakan produk pembersih wajah perempuan, demikian hasil survei Maxus 3D Data terhadap 5.000 pria Indonesia di lima kota besar.

Personel Ungu, Enda dan Maki, juga mengakui hal ini. Keduanya mengaku menyerahkan urusan perawatan wajah dan tubuh kepada istrinya.

"Apa yang dibeli, itu yang saya pakai. Nggak tahu, apakah produk itu khusus untuk pria atau bukan. Kalau di luar rumah, saat ingin cuci muka, sabun wajah apa saja yang ada saya pakai," aku Maki, yang mengalami masalah kulit berminyak.

Enda pun begitu, pada awalnya ia hanya memakai produk perawatan wajah dan tubuh seadanya. Persoalan mengurus tubuh, pasangan lah yang memberikan perhatian khusus. Para pria ini tak ambil pusing dalam memilih atau menggunakan produk. "Orang yang pertama protes mengenai penampilan adalah pasangan, orang yang terdekat dengan kita. Biasanya, pasangan yang membelikan semua keperluan perawatan tubuh dan wajah," jelas Enda.

Maki dan Enda mengaku, pengetahuan soal produk perawatan untuk pria didapat sejak Ungu dinobatkan sebagai brand ambassador Garnier Men. Kini, dengan peran baru sebagai ikon produk perawatan wajah ini, mereka lebih memahami, bahwa mereka pun bisa memilih dan mengambil keputusan sendiri soal perawatan tubuh.

Jadi jangan heran, jika Anda masih perlu berulang kali mengingatkan pasangan untuk membersihkan wajah, karena pada umumnya laki-laki memang belum teredukasi mengenai cara merawat tubuhnya dengan tepat. Jangan heran juga jika pembersih wajah khusus pria yang Anda belikan masih saja awet berbulan-bulan, karena mereka belum terbiasa dengan perawatan tubuh secara rutin.

"Kebanyakan laki-laki tidak mengetahui cara merawat wajah dengan baik. Selain itu juga tidak terlalu memerhatikan produk apa yang sebaiknya dipilih, dan kegunaannya," jelas vokalis Ungu, Pasha, saat peluncuran Garnier Men di Plaza Indonesia, Senin (11/4/2011).

Sebagai pasangan, Anda bisa menularkan kebiasaan merawat wajah dan tubuh sesuai kebutuhan laki-laki. Jika kebiasaan cueknya masih saja berulang, jangan pernah bosan mengingatkan, karena memang laki-laki cenderung mengandalkan pasangan untuk merawat dirinya. Tidak heran Anda pernah mendengar ungkapan seperti, "Sekarang lebih bersih ya, pantas saja sudah ada istri yang mengurus, ya?" Anggapan umum di masyarakat ini semakin meyakinkan bahwa pria cenderung tak mempersoalkan penampilannya, dan butuh orang terdekat untuk mengingatkannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau