Pembajakan kapal

Perompak Somalia Turunkan Nilai Tebusan

Kompas.com - 12/04/2011, 09:16 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com — Perompak Somalia yang tengah membajak kapal MV Sinar Kudus menurunkan nilai tebusan. Hal ini merupakan hasil lobi yang dilakukan oleh para awak kapal.

Sebelumnya perompak meminta tebusan sebesar 2,6 juta dollar AS, lalu sempat bertambah menjadi 3,5 juta dollar AS. Kini, pembajak yang menyandera kapal pengangkut nikel dari Pomala, Sulawesi, tujuan Rotterdam, Belanda, sejak 16 Maret lalu, menurunkan nilai tebusan menjadi 3 juta dollar AS (setara Rp 26 miliar). 

"Para kru selalu berupaya untuk merayu pembajak sehingga turun segitu," ujar Feby Susilo setelah menerima kontak dari kakak iparnya, Masbukhin, pada Senin (11/4/2011) malam. Masbukhin adalah Mualim 1 pada MV Sinar Kudus, warga Kediri, Jawa Timur.

Kini, awak kapal yang berjumlah 20 personel itu mendesak perusahaan PT Samudra Indonesia Tbk sebagai pemilik kapal untuk segera mengambil kebijakan. "Masbukhin meminta supaya perusahaan secepatnya melakukan pembayaran," pungkas Feby.

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi kapal dan awak yang dikuasai perompak di perairan Afrika sejak 16 Maret lalu saat ini tengah kritis. Persediaan bahan bakar terus menipis, begitu juga dengan bekal makanan yang hanya cukup untuk satu minggu ke depan. Ketersediaan air bersih adalah hal yang paling mengkhawatirkan sehingga penyakit diare menyerang.

"Airnya tinggal yang bercampur dengan tanah," ujar Yunita, istri Masbukhin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau