Korban tenggelam

Mayat Mbah Ringin Ditemukan di Jombang

Kompas.com - 12/04/2011, 10:20 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com — Setelah melakukan pencarian selama tiga hari, tim SAR dari Sub Detasemen 1 C Pelopor Brimob Polda Jawa Timur berhasil menemukan jenazah Sholekan (52) alias Mbah Ringin.

Tukang pijat itu ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar 40 kilometer dari lokasi ia tenggelam di Sungai Brantas, wilayah Jombang, Senin (11/4/2011) sore.

Iptu Satria Darma, Wakasubden 1 C Pelopor Polda Jatim, mengatakan, penemuan mayat Mbah Ringin diketahui dari adanya sejumlah laporan dari masyarakat. Hal itu terutama saat mayat melintas terbawa arus Sungai Brantas di wilayah Kertosono. "Awalnya dapat informasi dari Kapolsek Kertosono, lalu kami tindak lanjuti," ujar Satria.

Meski demikian, mayat tidak langsung dapat ditemukan. Pasalnya, setelah dicek di lokasi, jenazah korban sudah tidak ada di tempat. Jenazah diduga berpindah karena derasnya arus air.

Tim SAR lantas melakukan penyusuran lebih jauh lagi hingga masuk wilayah Jombang. Beberapa petugas juga disiagakan di Dam Karet, Ploso, Jombang. Dari pantauan di pintu air tersebut, petugas melihat adanya mayat yang terbawa arus. Namun, jenazah lagi-lagi tidak dapat segera dievakuasi akibat derasnya air.

Petugas akhirnya memutuskan untuk mencari wilayah yang dianggap tidak berarus deras dan kembali melakukan pemantauan. Tim yang terdiri dari 10 orang itu akhirnya melakukan pantauan di wilayah Jati Tunggal, Jombang, yang berjarak sekitar 10 km dari Dam Karet.

Di tempat tersebut, sekitar pukul 17.21 WIB, tim melihat mayat terapung di tengah sungai dengan posisi tengkurap. Petugas segera melakukan pengejaran kemudian mengevakuasinya ke pinggir sungai. "Tidak ada luka, hanya bengkak akibat lama di air. Lalu jenazah dibawa pulang ke Kediri dengan mobil rescue," kata Iptu Satria Darma.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit Bhayangkara, Kediri, untuk otopsi. Terpisah, Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, jenazah korban akan tetap berada di rumah sakit hingga ada keluarga yang mengambilnya. "Setelah ada pemeriksaan, keluarga bisa mengambilnya," ujar Surono.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mbah Ringin yang merupakan warga lingkungan Kelurahan Mojoroto Gang 8, Kota Kediri, tenggelam saat hendak mengambil drum besar bekas wadah minyak yang tersangkut bangunan pemecah arus Sungai Brantas di bawah Jembatan Semampir, Kota Kediri, Sabtu (9/4/2011).

Namun, karena tidak membawa perlengkapan berenang, korban tenggelam dan terbawa arus. Meskipun beberapa warga berupaya menolongnya, hal itu tidak membuahkan hasil. Bahkan sesaat setelah kejadian, tim SAR yang menerjunkan tim penyelam juga tidak berhasil menemukan korban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau