SURABAYA, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengimbau masyarakat di daerah yang terserang ulat bulu berupaya mengurangi kadar kelembaban di lingkungan sekitar dengan membakar daun-daun yang jatuh dan berserakan di tanah.
Menurutnya, ulat bulu akan terus berkembang di tempat yang kelembabannya tinggi. "Sementara petani malas membersihkan daun karena hujan turun berkali-kali," katanya seusai menggelar pertemuan dengan kalangan pengusaha Jawa Timur di Gedung Grahadi, Surabaya, Selasa (12/4/2011).
Tindakan yang paling efektif dan paling tepat yang dilakukan pemerintah saat ini adalah membasmi dengan pestisida. Tindakan itu terpaksa dilakukan meskipun dinilai kurang ramah terhadap lingkungan.
Namun, Soekarwo membantah akibat semprotan pestisida itu berdampak pada kualitas produksi mangga di Probolinggo. "Rasa manis mangga berkurang karena tingginya curah hujan, bukan karena pestisida," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menurutnya belum akan menetapkan serangan ulat bulu yang mulai meluas di beberapa daerah di Jawa Timur sebagai kejadian luar biasa (KLB) yang memerlukan penanganan khusus.
Beberapa minggu terakhir, serangan ulat bulu terus meluas ke sejumlah daerah di Jawa Timur, mulai dari Probolinggo, Malang, Jombang, Mojokerto, Pasuruan, Banyuwagi, hingga Bojonegoro.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang