Disangka curi voucher rp10.000

Pihak Sekolah Harapkan Kasus Deli Tuntas

Kompas.com - 12/04/2011, 14:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak sekolah Deli Suhandi (14), tersangka kasusdugaan pencurian voucher perdana telepon seluler senilai Rp. 10.000, menginginkan masalah siswanya tersebut segera tuntas dan Deli dapat dibebaskan. Hal itu dikatakan Sagiman, Wakil Kepala SMP Islam Al Jihad, tempat Deli menuntut ilmu, Selasa (12/4/2011).

"Saya berharap sekali Deli segera bebas dan kasusnya tuntas dan tidak perlu ada persidangan," ujar Sagiman kepada Kompas.com.

Sejak Senin (11/4/2011) kemarin, Deli menjalani ujian susulan bersama Rahmat Wibowo yang juga turut serta saat peristiwa yang menimpa Deli terjadi. Lantaran ditahan oleh Polsektro Johar Baru, Deli gagal mengikuti ujian tengah semester yang dilaksanakan pertengahan Maret lalu.

"Hari ini dia sedang ujian susulan di ruang OSIS bersama seorang temannya. Dia ujian IPS, PLKJ dan Matematika," kata Sagiman.

Ia mengaku, selama bersekolah, Deli dikenal sebagai anak yang tak pernah membuat onar. Sagiman terkejut mendengar berita siswanya tersebut ditahan oleh Polsektro Johar Baru atas tuduhan mencuri voucher pulsa senilai Rp. 10.000. Sagiman menambahkan, sejak Deli kembali masuk sekolah, teman-temannya tidak ada yang menjauhi dia. Semuanya berjalan normal dan teman-temannya bisa memahami kondisi Deli pasca ditahan di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

"Harapan saya kasus Deli cepat selesai dan segera bebas. Itu saja," tandas Sagiman.

Deli Suhandi adalah siswa kelas dua SMP Islam Al Jihad, dituduh mencuri voucher perdana telepon selular senilai Rp. 10.000 saat terjadi tawuran antar warga di kawasan Johar Baru pada 10 Maret 2011. Ia ditangkap polisi sehari setelah kejadian dan mendekam di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur sampai permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan kejaksaan, Selasa pekan lalu. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau