Buruh migran

Jumhur: TKI Tidak Akan Dibiarkan Sendiri

Kompas.com - 12/04/2011, 14:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat mengatakan, pemerintah, khususnya lembaga yang dipimpinnya, tidak akan membiarkan TKI menghadapi masalah di luar negeri sendiri. Hal ini dikatakan Jumhur di Jakarta, Selasa (12/4/2011) terkait banyaknya kasus permasalahan terhadap sejumlah TKI di luar negeri.

Kasus itu, sebagian nyata-nyata karena TKI tidak memegang Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri atau TKLN bagi TKI bekerja di luar negeri. "Ketiadaan TKLN ini, seringkali disebabkan oleh tidak adanya tanggungjawab Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta atau PPTKIS yang mengirimkan TKI ke luar negeri," ujarnya.

Namun demikian, terkait permasalahan TKI yang terjadi dalam bentuk apa pun, pemerintah tentu tidak akan tinggal diam, karena itu pemerintah akan tetap mengambil tanggungjawab dalam melindungi TKI di luar negeri. "Termasuk memulangkan ribuan TKI Bermasalah. Sementara PPTKIS yang mengirimkan TKI Bermasalah hanya diam seribu bahasa. Kepada mereka yang nakal ini, kami akan ambil tindakan tegas," ujarnya.

Langkah lain, menurut Jumhur, pemerintah melalui BNP2TKI kini memperketat penempatan TKI ke luar negeri. Selain harus memenuhi ketentuan UU No.39 Tahun 2004, yang di dalamnya menyangkut kewajiban mengikuti pelatihan 200 jam sesuai edaran Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, lolos seleksi kesehatan, sudah diasuransikan, dan memegang KTKLN, pemerintah juga menerapkan sistem online untuk mencegah pemalsuan identitas bagi calon TKI yang tidak memenuhi persyaratan bekerja ke luar negeri.

"Dengan pengetatan ini, kalau masih ada TKI keluar negeri tanpa memiliki KTKLN, maka TKI itu menjadi ilegal. Sementara bagi PPTKIS yang memaksakan TKI ke luar negeri tanpa KTKLN juga jelas melakukan perbuatan melanggar hukum," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau