BONE, KOMPAS.com — Seorang warga Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Legowo (16), terserang lumpuh layuh sekitar lima tahun tanpa diketahui Pemerintah Kabupaten Bone.
Legowo yang seharusnya sudah duduk di bangku kelas I SMA itu terpaksa hanya terbaring ataupun duduk di tempat yang sama untuk makan dan buang air kecil.
Tulangnya yang semakin kelihatan dan mengecil tak mampu lagi menopang badannya. Remaja alumnus SD SLB di Bone itu tinggal bersama ibunya yang kerja sehari-harinya sebagai penjual keliling.
Jika ibunya tengah bekerja demi mencukupi kebutuhan ekonominya, Legowo dititipkan kepada salah seorang tetangganya, Suzana, yang telah mengurusnya sejak hampir 10 tahun.
"Dia memang sudah sulit bergerak, kecuali dibantu, makan pun susah dan membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk menghabiskan beberapa sendok nasi," ungkap Suzana yang ditemui Selasa (12/4/2011).
Menurut Suzana, yang sudah bagaikan ibu angkat bagi pemuda ini, Legowo sempat mengenyam pendidikan SD SLB. Namun, saat kelas III SD, ia mulai sakit dan sulit berjalan.
Kala itu, ibunya, Lamina, masih sanggup menggendongnya dengan sisa tenaganya. Namun saat duduk di bangku kelas VI, ibunya tak sanggup lagi menggendong dan kondisi Legowo terus memburuk. Akhirnya, Legowo hanya bisa tinggal di rumah sambil menunggu ibunya pulang dari mengais rezeki sebagai penjual keliling.
Di dalam rumah yang sudah bocor jika datang hujan, Legowo hanya bisa menunggu sambil tersenyum, tanpa bisa berbicara, hanya menggunakan bahasa isyarat yang hanya diketahui Suzana dan ibunya.
Suzana mengaku tidak mengetahui prosedur untuk melaporkan kondisi Legowo ke pemkab setempat sehingga terpaksa merawat dengan tenaga seadanya, tanpa bantuan medis. Pihak keluarga berharap agar Pemkab Bone bisa segera membantu dan menangani Legowo untuk mendapatkan perawatan yang layak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang