Jurnalisme

Banyak Wartawan Belum Baca Kode Etik

Kompas.com - 12/04/2011, 23:25 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Sebagian wartawan Indonesia, meskipun sudah lama menggeluti dunia pers, diperkirakan masih banyak yang belum pernah membaca Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia 2006.

"Yang saya maksud, baik belum pernah membaca dengan sungguh-sungguh maupun memang belum pernah membaca sama sekali untuk mengetahui persis setiap pasalnya," kata anggota Dewan Pers, Wina Armada Sukardi, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (12/4/2011).

Ketua Komisi Hukum di Dewan Pers itu bicara dalam diskusi bertema "Kode Etik Jurnalistik 2006 Rumusan dan Penerapannya", yang dihadiri para redaktur dan reporter di Hotel Aston, Grand Sudirman, 12-14 April 2011.

Karena tak serius dengan kode etik itu, kata Armada, banyak media yang melanggar. Misalnya, memuat nama asli atau nama lengkap, bahkan komplet dengan foto pelaku kejahatan atau korban yang masih anak-anak.

"Kode Etik Jurnalistik pada Pasal 5 melarang pemuatan identitas korban kejahatan susila dan anak pelaku kejahatan. Definisi anak pada kode etik ini adalah mereka yang berada pada rentang usia hingga 16 tahun dan belum pernah menikah," ujar mantan Sekjen PWI itu.

Lokakarya yang digelar Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) atas sokongan dana Kedutaan Besar Kerajaan Norwegia itu berlangsung hingga Rabu (13/4/2011). Pembicara selanjutnya adalah mantan Ketua Dewan Pers Atmakusumah Astraatmadja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau