Kuartet diplomatik

AS Halangi Eropa Damaikan Timur Tengah

Kompas.com - 13/04/2011, 01:28 WIB

KOMPAS.com — Amerika Serikat menghalangi upaya Eropa untuk misi perdamaian di Timur Tengah dalam pertemuan internasional pekan ini, kata sejumlah diplomat pada Selasa (12/4/2011).

Washington tidak setuju terhadap kuartet diplomatik Timur Tengah dalam pertemuan di Berlin pada Jumat, kata beberapa diplomat. Pejabat tinggi dari kuartet diplomatik, yang terdiri atas Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia, dan PBB, telah menunda pertemuan yang dijadwalkan pada Maret.

Inggris, Perancis, dan Jerman ingin menggunakan pertemuan kuartet diplomatik Timur Tengah untuk mengusulkan skema penyelesaian terakhir konflik Palestina-Israel.

Mereka berharap pernyataan dari kuartet diplomatik Timur Tengah yang akan menetapkan kerangka kesepakatan, seperti perbatasan dan persyaratan keamanan, dapat menjalankan kembali pembicaraan langsung antara Palestina dan Israel.

Menegaskan kekecewaan dari ketiga negara itu, seorang diplomat Eropa mengatakan, "Kami berpendapat ini merupakan waktu yang sangat mendesak untuk kuartet untuk menyatakan pesan politik yang kuat, jadi kami menyesali pertemuan ini tidak dapat diadakan."

"Tingkat frustrasi meningkat di pihak Palestina," kata seorang diplomat dari negara UE lainnya. Kedua diplomat berkomentar dengan syarat identitasnya dirahasiakan.

Amerika Serikat menetapkan tenggat waktu pada September tahun ini untuk ketetapan atas pembentukan negara Palestina yang merdeka.

Pembicaraan langsung Palestina-Israel berakhir pada akhir September lalu ketika Israel menolak untuk memperpanjang moratorium mengenai pembangunan permukiman di wilayah terjajah.

Israel memaksa bahwa seluruh permasalahan, termasuk permukiman, harus disepakati dalam pembicaraan langsung. AS memveto resolusi Arab yang diajukan ke Dewan Keamanan PBB pada Februari yang akan mengecam permukiman Israel.

Jerman, Perancis, dan Inggris menyatakan kekhawatiran setelah jajak pendapat mengenai Timur Tengah mengalami kebuntuan. Dalam kunjungan ke Israel pekan lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar membuat kemajuan dalam proses perdamaian tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau