Napi Lahirkan Bayi di Penjara

Kompas.com - 13/04/2011, 08:56 WIB

KULON PROGO, KOMPAS.com - Seorang narapidana di rumah tahanan Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, Ni Wayan Suartini (35) melahirkan bayi laki-laki, Selasa (12/4/2011) kemarin.

Warga Pedukuhan Karongan, Kedungsari, Kecamatan Pengasih ini telah ditahan di rutan semenjak 29 September silam dalam kasus penggelapan. Oleh majelis hakim, dia divonis 1 tahun 8 bulan pada awal Maret lalu.

"Ketika ditahan dia memang sudah hamil tiga bulan," jelas Kasubsi pelayan Tahanan Rutan Wates Joko Sulistyo.

Semenjak melahirkan, bayi ini diasuh oleh sang ibu di dalam rutan. Kebetulan di rutan Wates ada dua ruangan tahanan perempuan yang hanya dihuni tiga orang. Atas permintaan sang ibu dia minta ditemani salah seorang narapidana yang lain.

Menurutnya, untuk menjaga kesehatan bayi, pihak rutan berkoordinasi dengan Puskesmas Wates. Bahkan koordinasi ini sudah dilakukan sejak ibunya hamil. "Rutan berharap, bayi ini bisa dirawat oleh keluarganya. Kasihan kalau sampai dia berada di dalam rutan," tuturnya.

Hanya saja semenjak ibunya ditahan ayahnya belum pernah menjenguk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau