Ngopi, Hobi yang Bikin Sehat?

Kompas.com - 13/04/2011, 11:10 WIB

Kompas.com - Aroma kopi yang khas telah membuat minuman ini menjadi favorit banyak orang. Karena rasanya yang nikmat, banyak orang berpendapat kalau kebiasaan minum kopi tidak menyehatkan. Padahal, Anda bisa kok memetik manfaat sehat dari secangkir kopi.

Berbagai laporan ilmiah sudah menyebutkan bahwa minum kopi baik untuk sistem pembuluh darah dan diduga kuat mencegah stroke. Bulan Maret lalu, para peneliti dari Swedia juga melaporkan bahwa kopi dapat memangkas risiko stroke pada wanita hingga 25 persen.

Pada tahun 1970-an, sebuah studi menyebutkan para penggemar kopi berisiko tinggi terkena serangan jantung. Namun, kesimpulan itu dibantah oleh studi lain yang menyatakan sebaliknya. Sayangnya, penelitian itu dikritik karena skalanya terlalu kecil.

Untuk merespon kekhawatiran para pecinta kopi, peneliti dari Harvard School of Public Health membuat riset mengenai konsumsi kopi yang melibatkan 45.000 pria. Hasil analisis mereka yang dimuat dalam New England Journal of Medicine tahun 1990 menyimpulkan, kebiasaan ngopi tidak berdampak pada risiko penyakit jantung atau stroke.

Studi-studi lain seputar kopi dan kesehatan terus menyusul. Yang teranyar adalah studi yang dilakukan tim dari Jepang terhadap 81.000 pria dan wanita. Diketahui, mereka yang minum satu atau dua cangkir kopi setiap hari risikonya terkena penyakit kardiovaskular turun sampai 23 persen.

"Berbagai studi memang menyebutkan kopi tidak membahayakan, bahkan bisa menyehatkan. Tetapi hal itu belum membuktikan hubungan sebab akibat karena para peminum kopi dan bukan penggemar kopi sangat berbeda," kata Dr.Nersen Sanossian, profesor neurologi dari UCLA.

Perbedaan tersebut misalnya kebiasaan olahraga, merokok, atau pola hidup lainnya.

Walaupun kopi terbilang aman, akan tetapi tidak dianjurkan untuk mereka yang bukan penggemar kopi lalu beralih ke kopi untuk mencegah stroke.

"Pada sebagian orang, kopi dapat menyebabkan gangguan irama jantung serta munculnya efek kecanduan pada orang lain. Orang yang terbiasa minum kopi dengan krim dan gula juga tidak akan mendapatkan manfaat kesehatan," kata Mark Urman, ahli jantung dari Cedars-Sinai Heart Institute.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau