Kapal ri dibajak di somalia

Mahasiswa Demo Kedutaan Besar Somalia

Kompas.com - 13/04/2011, 14:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa untuk Bebaskan ABK Indonesia (GMUBAI) menggelar aksi solidaritas di Kantor Kedutaan Besar Somalia, Setiabudi, Jakarta, Rabu (13/4/2011). Mereka menuntut Kedutaan Somalia lebih proaktif dalam upaya membebaskan 20 anak buah kapal MV Sinar Kudus yang disandera bajak laut Somalia sejak 16 Maret 2011.

"Jangan sampai meluas sehingga ada kontak fisik antara Somalia dan Indonesia," ujar salah satu pengunjuk rasa, Muhammad.

Para pengunjuk rasa tersebut membawa spanduk-spanduk yang bertuliskan desakan agar Pemerintah Indonesia dan Duta Besar Somalia segera membebaskan 20 anak buah kapal MV Sinar Kudus.

"Karena kami lihat hasil bincang-bincang Indonesia dengan Somlia ada kesan bahwa Somalia mencoba semacam memeras Indonesia," kata Muhammad.

Sebagian pengunjuk rasa tersebut tampak mengenakan pakaian bebas. Hanya 5-6 orang yang mengenakan almamater berwarna kuning dan hijau. Mereka mengaku berasal dari Universitas Jayabaya dan Ibnu Khaldun.

Sebelumnya, Duta Besar Somalia Muhamod Olow Barow menggelar jumpa pers terkait penyanderaan 20 anak buah kapal oleh bajak laut Somalia. Pemerintah Somalia melalui Barow menyampaikan rasa prihatinnya. Mereka meminta maaf atas aksi bajak laut Somalia tersebut.

"Kami turut perhatian kepada rakyat Indonesia, kepada keluarga 20 anak buah kapal," kata Barow.

Oleh karena itu, Pemerintah Somalia, menurut Barow, siap membantu Pemerintah Indonesia dalam membebaskan warga negara Indonesia yang tersandera. Somalia juga mempersilakan jika Indonesia memilih menggunakan aksi militer. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau