Istigasah ujian nasional

Istigasah Jangan Sampai Kontraproduktif

Kompas.com - 13/04/2011, 15:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polemik mengenai istigasah semalam suntuk yang dilakukan sejumlah sekolah menjelang ujian nasional (UN) terus menuai kritik. Psikolog anak, Seto Mulyadi, mengatakan, sekolah juga harus mempertimbangkan kondisi fisik siswa. Jika diselenggarakan hingga larut malam, dikhawatirkan justru mengganggu psikologis siswa yang bersangkutan.

"Jangan sampai apa yang maksudnya baik, tetapi dengan cara yang keliru itu, justru akhirnya kontraproduktif," ujar pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini ketika ditemui Kompas.com di kediamannya di Perumahan Cireunde Permai, Jakarta, Rabu (13/4/2011).

Menurut Kak Seto, istigasah bukan merupakan satu-satunya cara yang menentukan siswa lulus atau tidak. Ia menilai, hal tersebut hanyalah sebagai penyimbang dari usaha siswa itu sendiri.

"Artinya berlebihan itu, sampai kekurangan waktu istirahat," kata Kak Seto.

Untuk itu, kata Kak Seto, acara istigasah tersebut sebaiknya dilakukan sewajarnya, tidak perlu sampai semalam suntuk. Selain dapat mengubah makna istigasah sendiri, hal tersebut juga dapat membuat mental psikologis dan kesehatan siswa terganggu.

"Segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan itu tidak baik, seperti orang belajar itu baik, tetapi kalau terus belajar sampai pagi kan tidak baik juga. Mereka juga harus istirahat tentunya," tutur Kak Seto.

Seperti diberitakan sebelumnya, SMAN RSBI 13 Jakarta Utara berencana menggelar istigasah semalam suntuk. Doa bersama tersebut dilaksanakan mulai pukul 18.30 sampai pukul 05.00 pada Jumat atau tiga hari menjelang UN. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 13 Nanang Kosasih mengatakan, doa bersama itu dilaksanakan sebagai bekal psikologis para siswa yang akan menghadapi UN.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau