Bentrok warga

Ibu dan Istri Ahmad Pingsan

Kompas.com - 13/04/2011, 19:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jenazah Ahmad Yani (39), korban tewas akibat tawuran di Taman Palem, tiba di rumahnya di Jalan Kamal Raya, Rabu (13/4/2011) sore. Kedatangan jenazah Ahmad disambut isak tangis keluarga.

Jenazah Ahmad tiba di rumah pada pukul 17.00. Sebelum jenazah Ahmad dibawa masuk ke rumah duka, istri Ahmad, Nunung, digendong oleh warga karena pingsan. Sesaat setelah jenazah Ahmad dibawa masuk ke rumah, ibu Ahmad, Dijah, juga seketika pingsan.

Jasad Ahmad hanya disemayamkan beberapa saat di rumahnya dan langsung dibawa ke masjid untuk dishalati. Selanjutnya, jenazah dibawa ke TPU Kebon Duaratus, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.

Lalu lintas di depan gang tempat tingga Ahmad menjadi macet karena banyak warga yang berkerumun untuk ikut serta mengantarkan jenazah ke pemakaman.

Ahmad adalah korban tewas akibat tawuran perebutan lahan parkir di Pintu Air I, kawasan Seribu Ruko, Jalan Kamal Raya, Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (12/4/2011) malam.

Baca juga: Jakarta Mulai Waspadai Ulat Bulu

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau