Dari seleksi yang berakhir pekan lalu di Surabaya, pemanah yunior mendominasi disiplin olimpiade, yakni recurve putra dan putri. Mereka itu adalah para pemanah berusia belasan tahun, masih pelajar SMA, dan belum pernah terjun di SEA Games.
Di recurve putra, pemanah yunior Riau Ega menyelesaikan tiga tahapan seleksi sebagai juara, Johan Prasetyo di urutan kedua, dan Alex Edward di urutan keempat. Di recurve putri, posisi terbaik juga diisi pemanah yunior Erwina Safitri. Rekannya yang siswi SMA Ragunan, Titik Kusumawardhani, di posisi ketiga.
Adapun atlet senior Dellie T Dinda dan peraih emas SEA Games 2007 I Gusti Nyoman Puruhito Praditya Jati menjadi yang terbaik di compound. Seleksi panahan meloloskan 24 atlet dan menggugurkan enam lainnya.
Menurut Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP Perpani I Gusti Nyoman Budiana, prestasi atlet yunior itu menunjukkan adanya kaderisasi. Apalagi, mereka bertanding pada disiplin olimpiade. ”Kita harus memberi kepercayaan pada atlet yunior,” kata Budiana, Rabu (13/4).
Program pelatnas panahan akan berlanjut dengan pengiriman 16 pemanah terbaik ke Grand Prix Asia di Laos 20 April 2011. Setelah itu, para atlet juga harus mengikuti kualifikasi olimpiade di Turin, Italia, Juli 2011.
Namun, tim pelatnas panahan bakal menghadapi tantangan karena Program Indonesia Emas (Prima) hanya menjatahkan dua uji coba internasional sebagai persiapan SEA Games. Artinya, pasca-Turin, para pemanah bakal menghadapi kekosongan pertandingan hingga SEA Games.
Pertandingan sangat penting untuk mengasah mental bertanding, apalagi bagi atlet yunior. ”Kami sedang mencari jalan. Kami mengajukan proposal kepada PT Perhutani dan PT Bukit Asam yang menjadi bapak angkat cabang panahan. Mudah-mudahan ada solusi,” kata Budiana.
Secara terpisah, cabang menembak baru memulai sentralisasi pelatnas SEA Games pada 15 April 2011. Namun, tak seluruh atlet yang terdata masuk tim SEA Games dipanggil berlatih ke Jakarta. Dari 44 atlet yang tergabung dalam tim nasional menembak, hanya 16 atlet yang dipanggil berlatih di Jakarta.
”Ke-16 atlet itu kami panggil karena memiliki skor prestasi tertinggi setahun terakhir. Kami menilai mereka paling berpotensi merebut medali. Sisanya berlatih di daerah masing-masing,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal PB Perbakin Robby Atmadja.
Robby mengatakan, PB Perbakin berencana mengirimkan enam atlet mengikuti pelatihan di China. Diharapkan mereka bertolak pada Juni 2011.