Sajak Sejarah Kecil untuk Rosihan Anwar

Kompas.com - 14/04/2011, 09:37 WIB

Sajak-sajak Rama Prabu:

Bukitduri Menghitung Rezim Berganti [#3. IN MEMORIAM ROSIHAN ANWAR]

siapa disekap di bukitduri?
celana pangsi tanpa topi dan catatan diri
Rosihan bin Anwar Maharaja Sutan memperkenalkan diri

koran siapa di kursi pemimpin revolusi?
bacaan pedoman mengganjal duduk tuanku Soekarno di tahun enam satu
Rosihan bin Anwar Maharaja Sutan menegakan diri
koran itu siap berhenti

bintang mahaputera siapa tertinggal di meja ketua pembangunan?
bintang jatuh bersama pedoman tak mau patuh di tahun tujuh empat
Rosihan bin Anwar Maharaja Sutan kembali unjuk tangan
menantang rezim, mecatat riwayat kekejaman

karena kisah revolusi, proklamasi dan reformasi tak pernah henti
ihwal jurnalistik ibarat raja kecil menulis dalam air
maka selali lagi biarkan musim berganti
dedaun bunga tumbuh bersemi lagi
karena disana terpancak tiang merah kehidupan
yang tak lepas dari darah dan doa

kini dia telah pergi menetap di pusar bumi
sebagai pengiring jalan
terimalah laguku
tembang bukitduri menghitung rezim berganti
untukmu puan sejati siti zuraida pendamping hati
dan pejuang yang tak pernah lelah menegakan harga diri
sampai mati.

Bandung, 14 April  2011

Dari Solok Ke Kuningan [#2. IN MEMORIAM ROSIHAN ANWAR]

dari solok ke kuningan ada bentang sadiwara maya
ada tapak yang tak mungkin terpupus debu
ada jejak yang tak mungkin tertimbun waktu

kau menggali kisah-kisah zaman revolusi
mencatat halaman-halaman tragedi
merangkum prahara dan kerasnya terali besi
sebuah tirani

dan disana, kau tancapkan tonggak besar sebagai tugu
melintasi jarak orde berlalu
dihitungan kepala para penguasa
tertulisalah bintang seorang mahaputra

Sajak Sejarah Kecil Untuk Rosihan Anwar [#1. IN MEMORIAM ROSIHAN ANWAR]

gelatik itu terbang pagi ketika fajar membuka terali
membawa kabar dari senja putaran katakata

ada kicau yang dulu jadi cerita
tentang sejarah kecil orangorang tepi
tentang mereka yang mengobarkan api revolusi
menuntun jalan menegakan negeri

dan disini, seorang putra Anwar Maharaja Sutan
putra terkasih demang padang menuliskan risalah di bilah-bilah kayu
jadi pedoman para pemburu laku
bersiasat untuk menarik bendera ketiang merdeka
tegaknya kehormatan bangsa

walau hari ini bersama kicau gelatik dia pergi
ke barat dari rumah
raja kecil itu tetap menulis dalam air
walau musim berganti
katakatanya tetap akan abadi

karena dia menulis bahasa hati
sajak kecil hanya bisa mewakili
suara pengiring doa
kami orang-orang yang mencinta

Bandung, 14 April  2011

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau