Perpustakaan

Soal Perpustakaan pun Saling Lempar...

Kompas.com - 14/04/2011, 10:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih mengatakan, seiring dengan desentralisasi pemerintahan, pengembangan perpustakaan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Saat ini ada 47 kota/kabupaten yang belum memiliki institusi khusus perpustakaan, terutama di daerah pemekaran baru.

Akibatnya, layanan penyediaan dan pembinaan perpustakaan di daerah tersebut terhambat. Untuk tingkat desa, saat ini tercatat baru 21.607 desa/ kelurahan dari 77.977 desa/kelurahan yang sudah memiliki perpustakaan. Adapun dari sekitar 100.000 tenaga yang bertugas di perpustakaan instansi pemerintah hanya ada sekitar 3.000 orang yang memiliki pendidikan perpustakaan.

"Namun, perhatian pemerintah daerah masih kurang," kata Sri dalam rapat koordinasi pengembangan perpustakaan provinsi dan perpustakaan umum kabupaten/kota se-Indonesia di Jakarta.

Anehnya, kata Sri, di tengah persoalan infrastruktur perpustakaan daerah yang masih minim dan belum berkembang, anggaran perpustakaan nasional tahun 2011 justru berkurang. Tahun 2010 anggaran Perpustakaan Nasional mencapai Rp 443,5 miliar, sedangkan pada tahun ini menjadi Rp 432,5 miliar.

M Syarif Bando, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpustakaan Nasional, mengatakan, dukungan anggaran pemerintah daerah untuk pengembangan perpustakaan daerah masih sangat minim. Bahkan, di era otonomi daerah, sekitar 90 persen pimpinan badan atau kantor perpustakaan di daerah diisi pejabat yang tidak memiliki latar belakang kepustakaan, dokumentasi, atau informasi. (ELN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau