Pelatih timnas

RD: Pemain LPI Bisa Masuk Timnas

Kompas.com - 14/04/2011, 14:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan (RD) melakukan pemaparan program kerja jika nantinya terpilih sebagai pelatih tim nasional Sea Games di hadapan Satuan Pelaksana (Satlak) Prima di kantor Kemenpora, Kamis (14/4/2011). Namun RD belum tahu bagaimana tanggapan Satlak karena masih ada satu kandidat lain, Aji Santoso (Pelatih Persebaya 1927) yang memberikan presentasi.

"Hari ini saya mencoba memberikan presentasi yang menurut saya apa yang harus dilakukan untuk bisa mencapai target menuju prestasi. Tapi saya tak tahu bagaimana tanggapan Satlak Prima mengenai saya. Karena saya bukan orang yang punya hak untuk menentukan," ujar mantan pelatih Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura ini.

RD menjelaskan bahwa ada empat pertanyaan yang diberikan Satlak kepadanya. Kelebihan dan kelemahan pemain Timnas saat ini menjadi salah satu pertanyaan yang ditujukan kepadanya. "Selain itu ada program pemenangan yang saya tawarkan dan periodesasi latihan yang ditawarkan dalam waktu lima hingga enam bulan ke depan," tegasnya.

Sementara soal pemain, RD menegaskan jika dirinya terpilih, ia siap untuk menurunkan pemain terbaik di Sea Games nanti, termasuk para pemain Liga Primer Indonesia (LPI). Namun dirinya menambahkan bahwa hanya pemain, yang sah secara administrasi-lah, yang akan ia pilih.

"Saya setuju dengan Satlak bahwa pemain berbakat ada di banyak klub (termasuk klub LPI). Tapi tentu dengan syarat bahwa pemain yang dipanggil dan akhirnya terpilih harus sah secara administrasi. Artinya pemain yang terpilih bisa dimainkan di kancah internasional," kata RD.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau