Aktivitas vulkanik

Bara Api Terlihat Lagi di Puncak Merapi

Kompas.com - 14/04/2011, 16:40 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Bara api di puncak Gunung Merapi terlihat lagi pada Rabu (13/4/2011) malam. Menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), bara api yang muncul di sisi timur kawah Merapi itu diperkirakan merupakan ladang sulfatara baru yang masih membara dengan suhu di atas 500 derajat.

Pada malam hari yang cerah, di ladang sulfatara memang bisa terlihat bara api. "Apabila bara api itu adalah magma, seharusnya aktivitas tersebut terekam di sini (seismograf)," kata Kepala BPPTK Subandriyo, Kamis (14/4/2011) di Yogyakarta.

Menurut Subandriyo, ladang sulfatara merupakan tempat keluarnya gas vulkanik dan tidak membahayakan. Tempat itulah yang kini sedang dicari BPPTK sebagai tempat pengukuran sampling gas.

Akibat erupsi Merapi tahun 2010, titik-titik sulfatara untuk memantau gas hilang semua. Padahal, dari titik-titik itulah sifat letusan Merapi bisa diinterpretasi, termasuk sebagai salah satu indikasi penentu kenaikan atau penurunan status Merapi.

Pada Rabu malam cuaca di sekitar Merapi yang cerah membuat pemandangan di puncaknya terlihat jelas. Dari sisi timur kawah Merapi yang berdiameter 400 meter, sinar bara api terlihat jelas pada pukul 22.37. Sebelumnya, Jumat (25/3/2011) pukul 19.40 hingga Sabtu dini hari, sinar bara api juga tertangkap kamera pemantau (CCTV) di Deles, Klaten. Sinar bara api tersebut dapat dimonitor di Posko Kaliurang yang terhubung dengan kamera CCTV di Deles.

Baca juga: Ulat Bulu Justru Membantu Pembungaan

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau