Dana haji

Menag: Tindak Tegas Penyelewengan Dana

Kompas.com - 14/04/2011, 19:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang menyelewengkan dana haji dengan menyerahkannya ke proses hukum. Hal itu disampaikan Suryadharma menanggapi sejumlah opini yang menilai bahwa Kementerian Agama rawan korupsi terkait dana haji.

"Siapa pun," kata Suryadharma di Jakarta, Kamis (14/4/2011).

Menurut dia, tudingan sejumlah elemen masyarakat yang mengatakan bahwa dana abadi umat (DAU) dikorupsi oknum Kementerian Agama tidaklah benar. DAU yang merupakan hasil pengembangan simpanan perbankan dari setoran awal biaya perjalanan jemaah calon haji tersebut belum pernah digunakan selama Suryadharma menjabat.

"DAU tidak dipergunakan satu rupiah pun. Saya tidak mengerti yang mereka maksudkan. Itu adalah sebelum zaman Pak Maftuh (mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni), kalau sebelum itu memang ada," ujarnya.

Suryadharma mengakui, DAU memang berpotensi dikorupsi. Untuk itu, pihaknya terus melakukan pembenahan di bidang keuangan dan pelaporan keuangan untuk menghindari korupsi DAU.

"Kementerian Agama juga ingin mengambil garis tegas mengenai sumber keuangan, mana yang APBN, mana yang dari uang setoran haji jemaah," kata Suryadharma.

Namun, ia menambahkan, selama ini dana APBN yang dianggarkan untuk Kementerian Agama tidak cukup. "Ini kami minta DPR supaya konsisten. Enggak boleh pakai anggaran haji, setuju saya. Tetapi APBN harus dipenuhi," ujarnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau