Ruu intelijen

Intelijen Harus Diawasi dari Luar

Kompas.com - 15/04/2011, 02:37 WIB

Jakarta, Kompas - Lembaga intelijen harus diawasi oleh badan eksternal yang independen demi menjamin tidak terjadinya pelanggaran. Anggota Komisi I DPR, Helmy Fauzy, dalam diskusi terbatas yang diadakan Koalisi Advokasi untuk RUU Intelijen di Jakarta, Kamis (14/4), menegaskan, pihaknya masih mendapati sejumlah masalah mendasar dalam kelembagaan intelijen yang sedang digagas pemerintah.

”Harus ada lembaga pengawas ataupun semacam badan di DPR yang dapat meminta pertanggungjawaban kerja intelijen. Kita sebagai mitra kerja Badan Intelijen Negara (BIN) kerap dimintai dana tanpa mengetahui penggunaannya,” kata Helmy Fauzy.

Masalah mendasar lainnya dalam RUU Intelijen adalah tumpang tindih peran koordinasi dan eksekusi oleh Lembaga Koordinasi Intelijen Negara (LKIN), kewenangan penangkapan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM seperti penahanan 7 x 24 jam tanpa pemberitahuan kepada keluarga serta pendampingan hukum, terbatasnya akses informasi intelijen yang dapat dibuka, serta minimnya kerja sama antarsesama lembaga intelijen dalam hal berbagi informasi.

Menurut Helmy, saat ini terjadi tarik-menarik antara pemerintah dan Komisi I DPR. Helmy menuntut transparansi informasi terhadap operasi intelijen sesuai dengan Undang-Undang Kebebasan Informasi Publik. ”Sifatnya harus maximum access limited exception. Ini berlaku terhadap semua lembaga, termasuk LSM,” ujar Helmy.

Sementara itu, Direktur Program Imparsial Al Araf menyatakan bahwa RUU Intelijen harus mendukung proses reformasi dan bukannya membawa kemunduran dalam demokrasi.

”Di negara nondemokratis, intelijen menjadi alat politik rezim. Lembaga intelijen mencari dana sendiri, militeristik, dan menangkap warga negara,” kata Al Araf.

Dia menuntut lembaga intelijen harus dipimpin dan didominasi oleh personel sipil.

”Model intelijen Inggris yang membagi MI 5 untuk dalam negeri dan MI 6 bagi kegiatan di mancanegara dapat menjadi acuan di Indonesia,” ujar dia. (ONG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau