Kongres Pekanbaru Diadopsi

Kompas.com - 15/04/2011, 02:48 WIB

Jakarta, kompas - Komite Pemilihan dan Komite Banding hasil kongres di Pekanbaru, Riau, pada 26 Maret diadopsi pada kongres PSSI di Jakarta, Kamis (14/4). Hasil kongres ini akan dilaporkan kepada FIFA pada 19 April.

Kongres di Hotel Sultan, Jakarta, itu awalnya diagendakan oleh Komite Normalisasi (KN) sebagai pertemuan dengan para pemilik suara. Namun, sebagian besar pemilik suara menghendaki pertemuan itu ditingkatkan statusnya menjadi kongres. Usulan itu disepakati dalam konsolidasi antara para pemilik suara dan KN menjelang kongres di Asia Room 3 Hotel Sultan.

Kongres itu membatalkan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding (KB) hasil kongres di Pekanbaru. Kongres kemudian membentuk KP dan KB baru yang sebagian besar anggotanya sama dengan hasil di Pekanbaru.

Komite Pemilihan tetap diketuai Harbiansyah Hanafiah dan wakil ketua Wisnu Wardana. Lima dari tujuh anggota lainnya sama dengan keputusan di Pekanbaru, yaitu Hadiyandra, Usman Fakaubun, Dirck Soplanit, Erizal Anwar, dan Mohammad Yasin. Sementara dua anggota yang baru adalah Sabaruddin Labamba dan HM Baryadi.

Kongres juga menetapkan tiga anggota cadangan KP, yaitu Agus Santoso, Lambertus Tukan, dan Robertus Indratno.

Sementara susunan KB tidak berubah, dengan ketua Ahmad Riyadh dan dua anggota, yakni Rio Dinamore serta Umuh Muchtar. Dua anggota pengganti Mohammad Muhdar dan Abdullah Palla.

”Sedangkan untuk electoral code (kode pemilihan) akan dipelajari bersama oleh pemilik suara dan KN. Hasilnya sebagai produk kongres hari ini,” ujar Ketua KN Agum Gumelar seusai kongres.

Pembahasan kode pemilihan akan dilakukan paling lambat hari Sabtu. Para pemilik suara mewakilkan pembahasan kepada Yunus Nusi, Harbiansyah Hanafiah, Ahmad Riyadh, Ilham Arief Siradjuddin, dan Erizal Anwar.

Dengan terbentuknya KP ini, kata Agum, tahapan pelaksanaan kongres mulai dari penjaringan hingga pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif PSSI akan di- limpahkan kepada KP. Tahapan kongres tak mengalami perubahan dari yang dijadwalkan KN.

KN menjadwalkan pencalonan 12-17 April, verifikasi berkas pencalonan 17-22 April, dan proses banding 22-27 April.

”Jadwal kongres tetap 20 Mei, tetapi lokasinya belum diputuskan. Kami masih akan mengkaji mana lokasi yang paling baik antara Solo, Jakarta, dan Surabaya,” ujar Agum.

Anggota KN, Joko Driyono, menambahkan, pengiriman undangan yang sebelumnya diagendakan 27 April, disepakati akan dikirimkan semuanya pada tanggal 1 Mei karena kompetisi Divisi Utama baru selesai pada 29 April.

”Mudah-mudahan apa yang dihasilkan ini diterima dan disetujui oleh induk organisasi kita (FIFA) seperti yang diharapkan. Ini akan dikomunikasikan ke FIFA pada 19 April,” ujar Joko.

Mengenai proses pencalonan, Joko kembali menjelaskan bahwa yang berhak mencalonkan adalah semua anggota PSSI yang jumlahnya sekitar 564.

Namun, anggota yang mempunyai hak suara untuk memilih hanya 101 sampai dengan 14 April setelah PSM Makassar diputihkan. PSM membela diri, hukuman dikeluarkan sebagai anggota PSSI diambil sepihak oleh komite eksekutif (ex-co) dan di luar kongres.

”PSM sudah aman, sudah diputihkan. PSM tidak pernah menerima surat keputusan ex-co sehingga Pak Joko juga tidak menemukan dokumen hukuman PSM di PSSI,” ujar Ketua Umum PSM Makassar Ilham Arief Siradjuddin.

Adapun untuk Persema Malang dan Persibo Bojonegoro, KN memberikan kesempatan 1 x 24 jam untuk mengajukan permohonan kembali dimasukkan sebagai anggota PSSI. Kedua klub itu dikeluarkan dari PSSI dalam kongres di Bali.

”Kemungkinan besar bisa kembali masuk, asalkan syarat-syarat administratif lengkap,” ujar Agum.

Pemilik suara juga meminta KN memutihkan semua hukuman bagi anggota yang diambil sepihak oleh komite eksekutif di luar kongres. (ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau