Mourinho Mendekati Ambisi

Kompas.com - 15/04/2011, 02:54 WIB

London, Kamis - Pelatih Real Madrid Jose Mourinho semakin dekat dengan ambisinya memenangi Liga Champions bersama tiga klub berbeda setelah Madrid mengalahkan Tottenham Hotspur, 1-0, di White Hart Lane, Kamis (14/4). Madrid lolos ke semifinal dengan agregat 5-0 dan akan bertemu Barcelona.

”El Real” meladeni Barca dalam semifinal sesama tim Spanyol. Tak pelak, dalam rentang 17 hari akan ada empat el clasico, sebutan untuk pertemuan kedua tim seteru abadi itu. Dimulai dengan pertandingan La Liga hari Sabtu (17/4) pekan ini dan final Piala Raja pekan depan. Lalu, laga semifinal Liga Champions pada 27 April di Santiago Bernabeu dan 3 Mei di Nou Camp.

”Semifinal, ya, semifinal, apa pun bisa terjadi,” ujar Mourinho yang menjuarai Liga Champions bersama FC Porto tahun 2004 dan Inter Milan musim lalu. ”Kami punya dua pertandingan melawan Barcelona sebelum semifinal dan tidak ada waktu untuk berpikir,” ujarnya.

Jika Mourinho bisa menemukan formula jitu mengatasi Barcelona dalam dua laga sebelum semifinal, pelatih berjuluk ”The Special One” itu berpeluang memenangi Liga Champions bersama tiga klub berbeda.

Pada pertemuan pertama dengan Barcelona di putaran pertama La Liga, Real Madrid dihajar 5-0 di Nou Camp.

Pada Kamis (14/4) dini hari WIB, Tottenham kebobolan pada menit ke-50 setelah kiper Heurelho Gomes teledor mengantisipasi bola tendangan jarak jauh Cristiano Ronaldo. Kiper asal Brasil itu gagal menangkap bola dan si kulit bundar lepas dari cengkeramannya sehingga menembus gawang.

”Gol itu mengecewakan. Dia bagus sejak saya di sini. Dia jarang melakukan kesalahan, tetapi begitulah adanya,” ujar Manajer Tottenham Harry Redknapp.

Tottenham menjalani laga kedua perempat final Liga Champions ini dengan harapan meraih mukjizat. Mereka harus mencetak lima gol tanpa balas jika ingin lolos ke semifinal.

Mukjizat itu nyaris menghampiri Tottenham setelah Luca Modric dilanggar Xabi Alonso dan berpeluang mendapatkan hadiah penalti. Namun, wasit asal Italia, Nicola Rizzoli, mengambil keputusan lain, juga terhadap pelanggaran yang dialami pemain tengah Gareth Bale dan penyerang Roman Pavlyuchenko.

”Saya yakin itu pelanggaran terhadap Modric, pasti. Itu seharusnya penalti. Kadang Anda mendapatkannya, kadang tidak,” ujar Redknapp.

Redknapp kini konsentrasi di Liga Primer. Tottenham kini di peringkat kelima, tiga poin di bawah Manchester City, dan berjuang masuk ke Liga Champions. ”Sangat sulit kembali ke empat besar, tetapi itulah yang harus kami lakukan. Jika kami bisa kembali di empat besar, itu pencapaian luar biasa,” ujarnya.

Sejarah baru Schalke

Schalke 04 mencapai sejarah baru dengan menembus semifinal Liga Champions untuk pertama kali setelah mengalahkan juara bertahan Inter Milan, 2-1. Schalke unggul agregat 7-3 dan akan menghadapi Manchester United di semifinal.

Mantan ikon Real Madrid, Raul Gonzalez, menjadi inspirator dua gol kemenangan kandang itu. Ia mencetak gol pertama dan menginisiasi gol kedua. ”Schalke terorganisasi dengan baik dan kami tidak mampu menjalankan rencana kami. Mereka bermain bagus dalam dua pertandingan melawan kami,” ujar Pelatih Inter Leonardo.

Inter kini berkonsentrasi mempertahankan scudetto Liga Italia dan akan menghadapi AS Roma pada semifinal Coppa Italia. (Reuters/AFP/AP/ANG)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau