Pertamina

Kasus Kilang Cilacap Ganggu Pemilihan Direksi

Kompas.com - 15/04/2011, 08:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar mengakui proses pemilihan Direktur Hulu serta Direktur Perencanaan dan Investasi PT Pertamina belum rampung. Proses yang sudah memasuki tahap akhir ini terhenti sementara akibat peristiwa kebakaran kilang di Cilacap, Jawa Tengah, pekan lalu, yang perlu penanganan khusus.

Mustafa Abubakar menyampaikan hal tersebut seusai rapat di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (14/4/2011). Pekan lalu, Mustafa sudah menyatakan proses pemilihan sekaligus penetapan direksi PT Pertamina ini selesai sebelum 8 April 2011.

Dia juga berharap kosongnya jabatan Direktur Hulu serta Direktur Perencanaan dan Investasi tidak berdampak terlalu buruk terhadap kinerja badan usaha milik negara (BUMN) itu. ”Meskipun kosong, bukan berarti tidak ada perhatian dari Kementerian BUMN dan Dirut PT Pertamina. Sampai sekarang, belum terlihat ada gangguan atau penurunan kinerja,” katanya.

Mengenai profil calon, tim Kementerian BUMN sudah menyeleksi sebanyak 30 orang yang berasal, baik dari kalangan internal PT Pertamina maupun pejabat di lingkup Kementerian BUMN.

Saat ini, prosesnya sudah memasuki tahap akhir, yakni tahap finalisasi calon dan keputusan penetapan oleh tim penilai akhir (TPA). Mustafa menyatakan sudah mengantongi tiga calon untuk masing-masing posisi Direktur Hulu ataupun Direktur Perencanaan dan Investasi. ”Sekarang tim Kementerian BUMN sedang bernegosiasi ulang dengan Dirut Pertamina untuk finalisasi calon terbaik. Diharapkan, pada minggu ini bisa selesai, lalu pekan depan sudah ada nama yang diserahkan ke tim penilai akhir,” kata Mustafa.

Secara terpisah, anggota Komisi VII DPR, Satya W Yudha, mengatakan, ”Belum selesai proses pemilihan direksi, muncul kebakaran kilang. Kalau ingin kinerja PT Pertamina lebih baik, sebaiknya pemerintah mengubah sistem kelola seperti ini.” (ONI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau