Makanan Ini Bikin Lever Sehat

Kompas.com - 15/04/2011, 10:01 WIB

KOMPAS.com - Organ hati atau lever memegang peran penting dalam menetralkan racun atau detoksifikasi dalam tubuh.  Untuk memelihara fungsi hati, ada baiknya selalu memilih makanan sehat, terutama yang bersifat membantu pembersihan racun.

Penulis buku Natural Prescriptions for Common Ailments, Dr. Carolyn Dean, mengatakan bahwa makanan yang pahit seperti bayam dan sawi hijau sangat baik untuk mencuci hati. Sayuran pahit itu membantu merangsang aliran empedu di dalam hati.

Juga dianjurkan menambah asupan buah-buahan, polong-polongan, dan asam lemak omega-3 untuk membantu metabolisme lemak dan mengurangi produksi trigliserida.

Tak sulit mendapatkan bahan makanan sahabat hati ini:

* Bawang (putih dan bombay). Mengandung sulfur yang membantu menyapu berbagai zat racun  seperti obat-obatan kimia, alkohol, pestisida, dan polutan lingkungan lainnya.

* Brokoli, kubis, kembang kol, kol brussel. Kandungan vitamin K-nya penting untuk proses detoksifikasi.

* Artichoke. Sayuran ini mengandung asam caffeoylquinat yang sanggup melindungi sekaligus meregenerasi hati. Artichoke juga meningkatkan produksi empedu. Dalam suatu studi, 30 menit setelah makan artichoke terjadi peningkatan aliran empedu sampai 100 persen.

* Polong-polongan seperti kacang merah, kacang polong, kedelai, mengandung asam amino arginin yang diperlukan dalam detoksifikasi amonia, yaitu produk sampah dari pencernaan protein.

* Bekatul, oat bran, atau beras merah, juga buah pir dan apel. Serat larut air ini membantu lever mengeluarkan kolesterol dan cairan empedu ketika kita makan makanan berminyak.

* Kunyit. Bumbu masakan ini mengandung kurkumin yang secara tradisional telah digunakan sebagai obat untuk gangguan lever. Dua studi terbaru pada tikus yang dipapar dengan merkuri, menunjukkan kunyit mampu melindungi hati dari serangan racun kimia itu. Zat warna kuning kurkumin bersifat antioksidan dan antiinflamasi.

* Bit adalah tonik pembersih darah yang baik dan mampu menyerap logam berat.

* Protein makanan dari tahu, ikan, dan ayam organik akan menjaga pertumbuhan jaringan tubuh serta mencegah  terbentuknya perlemakan di hati.

* Makanan sumber antioksidan. Studi yang dilakukan di US Department of Agriculture (USDA), Tuffs University menemukan bahwa buah yang paling kaya antioksidan adalah bluberi, stroberi, beri hitam, rasberi, jeruk, melon, apel, pir, plum, dan grape fruit. Apel juga mengandung pektin yang mampu mengikat logam berat dan mengeluarkannya dari tubuh.

* Makanan kaya folat, flavonoid, magnesium, zat besi, sulfat, selenium, vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan E, untuk menangkal radikal bebas dan membantu pembersihan racun perusak jaringan tubuh.

* Minum air putih sekitar  2 liter per hari. Minum air hangat yang dibubuhi air perasan lemon  begitu bangun pagi akan membantu membersihkan lever. Juga merangsang produksi empedu dan mencuci perut.

- Hal ini pun perlu perhatian:

* Masak sayuran dengan cara dikukus atau ditumis.

* Hindari lemak jenu dan lemak trans.

* jangan berlebihan mengonsumsi alkohol, untuk menghindari terjadinya perlemakan hati.

* Hindari konsumsi aspirin, ibuprofen, acetaminofen, antibiotik, penenang otot, antidepresan, kafein, racun rokok, dll karena dapat membebani kerja hati dan melukai hati.

* Konsumsi suplemen vitamin A yang berlebihan dapat membebani hati.

* Hati-hati mengonsumsi herbal, seperti kava dan komfre, karena jika tidak sesuai aturan bisa mengganggu fungsi hati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau