Pernikahan kerajaan

Kate Dikukuhkan dalam Kebaktian Tertutup

Kompas.com - 15/04/2011, 10:53 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Kate Middleton telah dikukuhkan di Gereja Inggris dalam satu kebaktian tertutup sebelum pernikahannya dengan Pangeran William. Upacara itu dilakukan oleh Uskup London, Richard Chartres, yang akan memberikan kotbah pada upacara perkawinan Kate dan William di Westminster Abbey pada tanggal 29 April ini.

Kate, 29 tahun, telah dibaptis pada usia lima bulan di Paroki Bradfield St Andrew di Berkshire tapi belum dikukuhkan ketika remaja. Upacara pengukuhan tersebut, yang menandai titik di mana orang Kristen yang sudah dibaptis membuat sebuah komitmen teguh terhadap iman mereka, diselenggarakan pada 10 Maret lalu, demikian menurut laporan The Telegraph, Kamis (14/4/2011).

Seorang jurubicara Istana St James mengatakan, "Catherine Middleton telah dikukuhkan oleh Uskup London pada sebuah kebaktian pribadi di Istana St James yang dihadiri keluarganya dan Pangeran William. Nona Middleton, yang sudah dibaptis, memutuskan untuk dikukuhkan sebagai bagian dari persiapan pernikahannya."

Tunangan Pangeran William itu diketahui telah menerima bimbingan dan konseling dari uskup itu sebelum memutuskan untuk dikukuhkan. Kebaktian tersebut dihadiri oleh orang tuanya Michael (61) dan Carole Middleton (56), serta adiknya Pippa (27) dan James (23). Alex Loudon (30), pacar Pippa Middleton, juga hadir.

Uskup London, yang dianggap sebagai salah satu klerus favorit Pangeran Wales, telah memainkan peran penting dalam beberapa upacara keagamaan kerajaan dalam beberapa tahun terakhir. Uskup itu juga yang mengukuhkan Pangeran William dalam sebuah acara yang diselenggarakan di kapel St George, Istana Windsor pada Maret 1997 ketika ia berusia 14 tahun. Upacara pengukuhan William itu merupakan kali terakhir Panggeran Charles, Prince of Wales, dan Diana, Princess of Wales, terlihat bersama di depan publik sebelum Diana tewas dalam kecelakaan mobil di Paris pada Agustus tahun itu juga. Uskup London itu juga yang memimpin upacara pada peringatan bagi ibu Pangeran William. Ia juga diketahui telah menasehati Pangeran itu pada tahun-tahun sebelum ia pergi ke Universitas St Andrews.

Semua raja Inggris memainkan peran sentral dalam Gereja Inggris, yaitu sebagai kepala gereja yang bergelar Gubernur Agung, sebuah posisi yang suatu saat akan jatuh ke Pangeran William. Begitu Kate menjadi anggota Keluarga Kerajaan, kebaktian-kebaktian di geraja sering akan menjadi bagian dari kehidupan barunya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau