Bom cirebon

Tubuh Pelaku Bom Bunuh Diri Hancur

Kompas.com - 15/04/2011, 13:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Satu orang korban tewas dalam ledakan bom di Masjid At-Takwa di kompleks Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, Jumat (15/4/2011). Tubuhnya hancur. Ia pun diduga sebagai pelaku bom bunuh diri. 

"Saat shalat akan dilaksanakan, tiba-tiba ada satu orang yang ikut shalat dari dalam tubuhnya meledak. Diduga bom bunuh diri," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jumat.

"Sekarang jenazah sedang diperiksa oleh tim. Di lokasi kejadian masih dilakukan penyelidikan," kata dia.

Berdasarkan keterangan seorang saksi mata, Anton, sumber ledakan datang dari baris ketiga jemaah peserta shalat Jumat yang baru memulai ibadah. 

"Jadi, kejadiannya itu setelah khotbah dan baru akan mulai rakaat pertama. Datang dari saf ketiga. Setelah ledakan, jemaah kaget dan langsung tiduran di lantai," kata R Anton.

Anton berada di sisi luar masjid. Ia meyakini banyak korban terluka akibat ledakan itu karena di sekitar pelaku pun banyak anggota jemaah. Sementara itu, pelaku dipastikan tewas dengan tubuh hancur.

Akibat ledakan itu, belasan orang terluka, termasuk Kapolres Cirebon AKBP Herukoco. Korban luka dibawa ke RS Pertamina dan Pelabuhan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau