Bom cirebon

Kapolri: Pelaku Berusia 25-30 Tahun

Kompas.com - 15/04/2011, 16:58 WIB

CIREBON, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo mengungkapkan ciri-ciri pelaku peledakan bom bunuh diri di mesjid di dalam kompleks Markas Kepolisian Resor Cirebon Kota, Jumat (15/4/2011) siang.

 

 

"Diduga ini bom bunuh diri. Ciri-ciri pelaku 25-30 tahun dengan tinggi 170 cm," kata Timur seusai melakukan peninjauan ke lokasi kejadian. Ia ditemui wartawan di gerbang masuk Markas Kepolisian Resor Cirebon Kota, Jumat sore. Dalam kesempatan ini, Timur didampingi Kepala Polda Jabar Irjen Suparni Parto dan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam.

 

Sebelumnya, Timur membenarkan bahwa telah terjadi serangan bom di kompleks Polres Cirebon Kota. "Saat ini olah TKP sedang dilakukan oleh tim dari pemeriksaan awal. Kaca pecah dan beberapa atap terkena letusan," kata Timur.

Timur mengaku belum bisa memastikan jenis barang peledak yang dipakai oleh pelaku. "Masih akan dalam proses penyelidikan," jawab Timur singkat.

Ia mengatakan, diduga kuat peledak itu disimpan di badan pelaku. Namun, posisi penyimpanan bom pun belum bisa dipastikan. Kondisi korban yang juga pelaku mengalami luka di bagian punggung sebelah kanan.

Hingga kini belum diketahui motif dari aksi bom bunuh diri tersebut. Jenazah korban sudah diterbangkan ke RS Polri Kramat Jati untuk penyelidikan lebih lanjut. Meski mengalami luka parah di punggung, wajah korban masih dapat dikenali dengan baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau