Bom bunuh diri di cirebon

Jasad Pelaku Bom Dibawa ke RS Polri

Kompas.com - 15/04/2011, 17:09 WIB

CIREBON, KOMPAS.com — Setelah berjam-jam berada di Mapolres Kota Cirebon, jasad pelaku bom bunuh diri dibawa ke RS Polri Dr Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Jenazah dibawa sekitar pukul 16.23 WIB dari Mapolres Kota Cirebon. Jenazah pria yang hingga kini masih belum diketahui identitasnya itu dibawa ke Jakarta menggunakan ambulans milik RS Bhayangkara.

Sementara itu, korban luka dirawat di RS Pelabuhan dan Pertamina Klayan. Sebagian sudah diperbolehkan pulang karena hanya luka ringan. Berdasarkan data dari RS Pelabuhan, korban rawat inap sebanyak 21 orang. Lima lainnya diharuskan menjalani rawat jalan, dan satu orang lagi hanya luka lecet.

Kepala Polresta Cirebon AKBP Herukoco yang juga salah satu korban mengalami luka cukup parah di bagian punggung. Ia dirawat di RS Pertamina Klayan dan tengah menjalani operasi yang diperkirakan memakan waktu dua jam sejak pukul 16.05 tadi.

Hingga saat ini, kondisi Mapolresta Cirebon masih ramai. Sejumlah wartawan masih berjaga di depan pintu gerbang karena tidak diperkenankan masuk. Demikian juga dengan warga, mereka masih menonton di area kejadian.

Bom bunuh diri meledak saat shalat Jumat dilaksanakan di masjid kawasan Mapolresta Cirebon sekitar pukul 12.20. Saat itu, imam baru takbiratul ihram untuk memulai shalat. Dalam peristiwa ini, satu orang tewas, dan 28 orang luka-luka. (Tribun Jabar/Ida Romlah)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau