Edan, Bocah 14 Tahun Dijadikan Tentara

Kompas.com - 15/04/2011, 18:08 WIB

DUBAI, KOMPAS.com — Human Rights Watch, Jumat (15/4/2011), mengecam penggunaan tentara anak di salah satu divisi tentara Yaman, yang memihak para pengunjuk rasa antirezim dalam krisis politik yang telah mengakibatkan 125 orang tewas.

"Tentara anak yang direkrut oleh tentara Yaman sekarang digunakan oleh unit yang memisahkan diri, untuk melindungi demonstran antipemerintah," kata Kelompok Hak Asasi Manusia HRW yang bermarkas di New York, Amerika Serikat, dalam sebuah pernyataan.

Para pekerja HRW telah bertemu dengan puluhan tentara bersenjata, yang usianya di bawah 18 tahun, di Sanaa sejak aksi protes dan kekerasan terhadap Presiden Ali Abdullah Saleh meletus pada akhir Januari.

Dua puluh dari mereka, yang mengaku berusia 14 dan 16 tahun, mengatakan kepada HRW bahwa mereka bertugas selama dua tahun di divisi di bawah komando militer tertinggi, jenderal pembelot Jenderal Ali Muhsin al-Ahmar.

Sebelum protes antirezim, mereka telah direkrut untuk memerangi pemberontah Syiah di Yaman utara.

"Pemerintah Yaman telah terlalu lama menempatkan anak-anak pada risiko besar dengan mengerahkan tentara anak-anak di medan pertempuran," kata Joe Stork, Wakil Direktur HRW untuk Timur Tengah, Jumat.

"Lawan Presiden Saleh seharusnya tidak memperpanjang masalah dengan menggunakan anak-anak untuk keamanan aksi protesnya," tambahnya dalam pernyataan itu.

HRW mendesak AS untuk menunda bantuan militer ke Yaman segera kecuali Pemerintah Yaman setuju untuk menegosiasikan rencana aksi dengan PBB guna mengakhiri penggunaan tentara anak.

Lebih dari 125 orang tewas selama 10 pekan terakhir dalam bentrokan antara demonstran anti-Saleh dan pasukan keamanan yang setia kepada presiden itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau