Bom bunuh diri di cirebon

DPR Pertanyakan Fungsi Intelijen

Kompas.com - 15/04/2011, 18:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi I DPR Tjahjo Kumolo mempertanyakan fungsi intelijen di Cirebon, Jawa Barat, dalam peristiwa bom bunuh diri di Masjid Adz Zikro, Mapolresta Cirebon, Jumat (15/4/2011). Menurutnya, peristiwa ini terjadi karena adanya pola yang sudah terstruktur dan seharusnya bisa dideteksi.

"Apa pun, posisi intelijen negara, bagaimana analisa deteksi dini telaahan terhadap kondisi daerah patut kita pertanyakan secara terbuka," kata Tjahjo dalam keterangan pers tertulis, sore ini.

Hal ini, lanjutnya, akan menjadi pertimbangan Dewan dalam penyusunan RUU Intelijen dalam merumuskan fungsi dan posisi intelijen secara lebih terstruktur. "Karena pola serangan dengan munculnya paket bom (bom buku) dan sekarang bom bunuh diri juga menunjukkan adanya skenario yang terstruktur juga," kata Sekjen PDI Perjuangan ini.

Pemerintah, kata Tjahjo, harus mewujudkan perlindungan dan rasa aman dalam masyarakat. "Ini sudah teror masyarakat yang menimbulkan korban, khususnya aparat keamanan juga. Apalagi ini di kantor polisi dan menunjukkan teror melawan aparat," paparnya.

Bom bunuh diri di Mapolresta Cirebon terjadi pukul 12.20 saat pelaksanaan shalat Jumat. Pelaku bom bunuh diri tewas dengan tubuh hancur. Peristiwa ini menelan puluhan korban luka, termasuk Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau