JAKARTA, KOMPAS.com — Penutupan jalan di samping jalan layang (fly over) Sudirman sepanjang 70 meter menuju ke arah Casablanca untuk proyek jalan layang non-tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang nyatanya membuat tingkat kunjungan ke Mal Ambassador menurun. Para pedagang di pusat belanja yang berada tak jauh dari jalan yang ditutup tersebut bahkan mengklaim pendapatannya per hari kian turun.
Ahmad, salah seorang pedagang laptop di Mal Ambassador, mengaku, setelah jalan ditutup, praktis pendapatan menurun hingga 25 persen. "Yang biasanya ada 10 orang sehari yang beli di sini, sekarang berkurang," kata Ahmad, Sabtu (16/4/2011) di Mal Ambassador, Jakarta.
Ahmad menuturkan, pelanggan yang biasanya datang ke tempatnya adalah orang-orang yang sering melalui jalur bisnis itu. Dengan ditutupnya Jalan Dr Satrio ini, praktis membuat banyak orang malas untuk memutar dan masuk ke Mal Ambassador.
"Orang-orang pasti malas ke sini karena mutarnya susah dan belum lagi makin macet," katanya.
Hal yang sama juga diutarakan Yanto, pedagang ponsel. Yanto memprotes kebijakan pemerintah yang menutup jalan akses paling penting menuju sentra bisnis di Casablanca itu. Akibat penutupan, Yanto mengaku omzetnya menurun hingga 30 persen.
"Pasti turun karena orang-orang sudah dialihkan ke jalan lain. Paling yang tinggal sekarang pelanggan yang dekat-dekat saja seperti yang di Mega Kuningan. Sekarang sepi," tuturnya.
Yanto meminta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menyelesaikan pembangunan jalan layang dan membuka kembali akses jalan dari Jenderal Sudirman menuju Jalan Dr Satrio, Casablanca.
"Secepatanya saja diselesaikan, jangan bikin susah warga. Harusnya pemerintah itu sensitif sama warga kecil, jangan buat kebijakan untuk warga-warga kelas atas yang punya mobil saja," ujarnya.
Ahmad dan Yanto adalah segelintir pedagang yang mengeluhkan penutupan jalan tersebut. Para pedagang di kawasan Mal Ambassador sudah menyampaikan keluhan mereka kepada pengelola mal.
"Kami sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa," tutur Ahmad.
Seperti diberitakan, mulai tanggal 12 April hingga tiga bulan mendatang, Jalan Dr Satrio yang berada di samping fly over Sudirman ditutup sepanjang 70 meter. Hal ini disebabkan Dinas Pekerjaan Umum DKI tengah melakukan pemasangan fondasi untuk proyek JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang