Penutupan jalan

Pedagang Kecil Pun Terpaksa Angkat Kaki

Kompas.com - 16/04/2011, 15:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Imbas penutupan akses dari Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan Dr Satrio tidak hanya merugikan para karyawan dan pedagang di Mal Ambassador yang berada tak jauh dari jalan akses tersebut. Pedagang kecil pun merasa dirugikan akibat ditutupnya jalan sepanjang 70 meter itu.

Suparman, seorang penjual gorengan, yang berjualan di jalan yang ditutup tersebut, mengungkapkan, biasanya dalam sehari dagangannya selalu ludes diserbu pembeli yang berlalu lalang di bawah jalan layang (fly over) Sudirman. Namun, semenjak penutupan, hingga sore hari dagangannya tak juga laku.

"Biasanya sore itu sudah habis kalau hari kantor dan saya pulang ke rumah. Tapi, setelah jalan ditutup, sore juga belum habis," kata Suparman, Sabtu (16/4/2011), saat dijumpai Kompas.com di lokasi.

Dalam sehari, Parman biasa memperoleh keuntungan Rp 30.000-Rp 40.000. Namun, kini keuntungannya bisa merosot 40 persen karena semakin sepi orang yang berlalu lalang.

Penderitaan Parman tidak hanya sampai di situ, penderitaan bapak dua orang anak ini semakin bertambah setelah Satpol PP menegurnya beberapa waktu lalu untuk segera pindah dari jalanan yang ditutup.

"Terpaksa saya harus angkat kaki, tapi belum ketemu (lokasi baru). Saya harus pindah ke mana lagi," katanya.

Parman kebingungan mencari tempat baru yang ramai akan pembeli. "Belum tentu juga di tempat baru itu bisa lebih ramai kan," tutur Parman.

Namun, apa boleh dikata, sebagai wong cilik, Parman tak memiliki kekuatan apa pun selain bersabar. Menurut Parman, nasib sebagai wong cilik memang sering kali ditindas dengan berbagai kebijakan yang ada. Meski tidak memiliki kekuatan apa pun, Parman mengungkapkan, wong cilik punya kesabaran.

"Kami emang enggak bisa berbuat apa-apa. Tapi, kami wong cilik punya kesabaran. Kami pasti punya cara bertahan hidup," kata Parman.

Seperti diberitakan, mulai tanggal 12 April hingga tiga bulan mendatang, Jalan Dr Satrio yang berada di samping fly over Sudirman ditutup sepanjang 70 meter. Hal ini disebabkan Dinas Pekerjaan Umum DKI tengah melakukan pemasangan fondasi untuk proyek jalan layang non-tol Kampung Melayu-Tanah Abang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau