JAKARTA, KOMPAS.com — Imbas penutupan akses dari Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan Dr Satrio tidak hanya merugikan para karyawan dan pedagang di Mal Ambassador yang berada tak jauh dari jalan akses tersebut. Pedagang kecil pun merasa dirugikan akibat ditutupnya jalan sepanjang 70 meter itu.
Suparman, seorang penjual gorengan, yang berjualan di jalan yang ditutup tersebut, mengungkapkan, biasanya dalam sehari dagangannya selalu ludes diserbu pembeli yang berlalu lalang di bawah jalan layang (fly over) Sudirman. Namun, semenjak penutupan, hingga sore hari dagangannya tak juga laku.
"Biasanya sore itu sudah habis kalau hari kantor dan saya pulang ke rumah. Tapi, setelah jalan ditutup, sore juga belum habis," kata Suparman, Sabtu (16/4/2011), saat dijumpai Kompas.com di lokasi.
Dalam sehari, Parman biasa memperoleh keuntungan Rp 30.000-Rp 40.000. Namun, kini keuntungannya bisa merosot 40 persen karena semakin sepi orang yang berlalu lalang.
Penderitaan Parman tidak hanya sampai di situ, penderitaan bapak dua orang anak ini semakin bertambah setelah Satpol PP menegurnya beberapa waktu lalu untuk segera pindah dari jalanan yang ditutup.
"Terpaksa saya harus angkat kaki, tapi belum ketemu (lokasi baru). Saya harus pindah ke mana lagi," katanya.
Parman kebingungan mencari tempat baru yang ramai akan pembeli. "Belum tentu juga di tempat baru itu bisa lebih ramai kan," tutur Parman.
Namun, apa boleh dikata, sebagai wong cilik, Parman tak memiliki kekuatan apa pun selain bersabar. Menurut Parman, nasib sebagai wong cilik memang sering kali ditindas dengan berbagai kebijakan yang ada. Meski tidak memiliki kekuatan apa pun, Parman mengungkapkan, wong cilik punya kesabaran.
"Kami emang enggak bisa berbuat apa-apa. Tapi, kami wong cilik punya kesabaran. Kami pasti punya cara bertahan hidup," kata Parman.
Seperti diberitakan, mulai tanggal 12 April hingga tiga bulan mendatang, Jalan Dr Satrio yang berada di samping fly over Sudirman ditutup sepanjang 70 meter. Hal ini disebabkan Dinas Pekerjaan Umum DKI tengah melakukan pemasangan fondasi untuk proyek jalan layang non-tol Kampung Melayu-Tanah Abang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang