JAKARTA, KOMPAS.com — Kondisi Anand Krishna yang semakin melemah setelah mogok makan selama 38 hari mengakibatkan tubuhnya rentan tertular virus. Alhasil, pihak Rumah Sakit Polri Sukanto mengeluarkan larangan membesuk Anand.
"Pihak rumah sakit melarang orang luar membesuk Bapak (Anand). Takutnya, pembesuk bisa menularkan virus penyakit, seperti flu atau batuk ke Bapak. Tubuhnya yang lemah sangat rentan tertular virus," kata kerabat Anand saat ditemui di RS Polri Sukanto, Jakarta, Sabtu (16/4/2011).
Perempuan muda itu melajutkan, sebagai wakil keluarga yang sehari-hari mendampingi Anand Krishna di rumah sakit, dirinya sangat membatasi siapa pun masuk ke ruang perawatan Anand.
"Masuk (ruangan) saja jarang. Paling-paling untuk mengantar tebusan obat atau kalau dipanggil dokter. Selebihnya saya di sini," katanya merujuk ruang tunggu di depan Ruang Cendrawasih I RS Polri.
Maya Safira Mochtar, kerabat Anand lainnya, menuturkan, kondisi Anand saat ini sangat menurun.
"Matanya selalu merem dan sangat jarang berkomunikasi dengan orang lain," tuturnya.
Menurut Maya, Anand sama sekali bukan orang berbahaya. Karena itulah, ia mendapat simpati banyak pihak.
"Belum lama ini, Bapak dikunjungi Pak Rafendy Djamil dari Komisi HAM ASEAN dan Ifdhal Kasim, Ketua Komnas HAM," kata salah satu anggota aktif Komunitas Pencinta Anand itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang