Puisi Titi Isnani di Hari Kartini

Kompas.com - 17/04/2011, 15:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hj Rr Titi Isnani Djoko M (48), seorang penulis dan pelukis yang tinggal di Cimanggis, Depok pada Hari Kartini, Kamis (21/4/2011) mendatang akan membacakan salah satu puisi karyanya di tayangan  Apa Kabar Pagi di TVone. Puisi yang akan dibacakan secara live itu berjudul "Aku Perempuan Indonesia".

"Puisi itu sudah lama saya buat, mengandung pesan semangat perempuan, motivasi dan jiwa pantang menyerah," kata pemilik restoran Ayam Presto di sejumlah mal itu.

Ibu dua orang anak kelahiran Boyolali itu juga aktif di sejumlah organisasi sosial dan keagamaan, di antaranya menjabat Sekretaris Majelis Taklim Al Kautsar Persatuan Ibu PT PLN (Persero) Kantor Pusat, Bendahara Majelis Taklim Roudotul Ummahat Perumahan Lembah Hijau Mekarsari, Cimanggis, Depok, Badan Pengawas Koperasi Serba Usaha “Palapa Jaya” Perumahan Lembah Hijau Mekarsari, Cimanggis, Depok dan Sekretaris Koperasi Alumni SMAN Boyolali 1982.

Berikut ini puisi karya penulis buku "Buah Tangan dari Tanah Suci" itu yang akan dibacakan di tayangan Apa Kabar Pagi di TVone:

 

Aku Perempuan Indonesia

 

Aku memiliki Ibu Kartini

Dewi Sartika aku miliki

Cut Nya’ Dhien aku punyai

Tauladan mereka, budi pekerti, peduli, perjuangan dan emansipasi,

     Lalu, aku siapa ..., aku siapa ....., aku ini siapa.....

     Aku bangga menjadi perempuan Indonesia

     Karenanya, aku ingin menjadi seperti melati

     

Biar kecil, tetapi harum mewangi

Aku ingin seperti matahari

Biarpun menyinari sepanjang hari Tetapi tidak pernah minta diberi

    

     Aku ingin seperti emas intan atau berlian

     Biar diletakkan di manapun tetapi tetap bernilai

     Serta, tak akan pernah rentan oleh zaman

 

Aku ingin seperti lapis pohon

Biar semakin tua tetapi semakin kuat

Aku ingin seperti pohon kelapa

Di mana akar, batang, daun, bunga buahnya bermanfaat, bahkan tangkai

daunnya pun bisa menghilangkan noktah

   

     Aku ingin menjadi hamba yang peka

     Biar ketika ada hamba yang terlunta

     Aku segera memeluknya

     

Aku ingin menjadi manusia sejati

Biarpun ada salah tetapi akan terus memperbaiki diri

Aku ingin menjadi hamba yang bertaqwa

Biarpun berat, tetapi tetap tegar kuat

    

     Aku ingin menjadi hamba yang berjiwa tenang

     Biar ketika menghadap Sang Khaliq, dalam khusuk ikhlas dan tenang ....

     Dan aku ingin menjadi jiwa yang beruntung

     Biarpun telah tiada tetapi tetap meninggalkan tiga perkara;

     Ilmu yang bermanfaat,

     Amal yang terus mengalir kebaikannya,

     Serta anak sholeh dan sholehah

 

    

Bisakah aku menjadi demikian

Bisakah aku menjadi demikian

Bisa ........... bisa ........ dan..... insya Allah bisa

Karena aku perempuan Indonesia!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau