Bom cirebon

Istri MS Belum Yakin Suaminya Pelaku Bom

Kompas.com - 17/04/2011, 16:43 WIB

MAJALENGKA, KOMPAS.com — Sri Maliha, istri Muhamad Syarif (MS), mengaku belum yakin 100 persen bahwa suaminya benar-benar pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz Zikro, kompleks Mapolresta Cirebon.

Hal itu disampaikan Sri Maliha di rumahnya di Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu (17/4/2011).

Namun bila ternyata memang benar pelaku bom bunuh diri itu, perempuan berusia 26 tahun tersebut mengaku sedih karena menurut Sri, dalam kehidupan sehari-hari MS baik, penyayang, lembut, dan ramah. "Namun, memang jarang keluar rumah karena  bekerja lepas di Cirebon sebagai ahli desain grafis yang menerima pesanan baliho, poster, spanduk di Cirebon. Berangkat pagi, pulang malam, jarang bergaul," sebutnya.

Dari foto polisi, menurut Sri, memang ada kemiripan dari alis ke atas. "Dahinya mirip. Kalau bawahnya ragu," ucap dia.

Adapun ciri-ciri khas suaminya adalah kuku jempol tangan kirinya rusak karena memperbaiki sepeda motor kemudian gigi depan patah sedikit. Sedangkan tanda-tanda istimewa seperti tanda lahir tidak ada.

Sementara kesan warga sekitar rumah Sri terhadap MS, seperti diungkapkan Warminah, baik-baik saja. "Orangnya ramah, kurang gaul, jarang ketemu, ketemu pas nganter istrinya ke pasar, keluar rumah menyapa. Kesannya orangnya ramah," sebut wanita yang tinggal sekitar 10 meter dari rumah Sri ini.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau