Mahasiswi Pascasarjana IPB Hilang

Kompas.com - 17/04/2011, 17:59 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Melinda Fitriana alias Fitri (24), mahasiswa pascasarjana Insitut Pertanian Bogor, hilang dari asramanya, Wisma Fio, Jalan Dramaga No 47 A, Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (15/4/2011). Hingga Minggu sore, keluarga dan polisi belum menemukan titik terang keberadaan Fitri.

Ayah Fitri, Sapto Hartoyo, mengungkapkan, kehilangan anak satu-satunya itu sudah dilaporkan ke Polres Bogor di Cibinong pada Sabtu (16/4/2011) sekitar pukul 01.00.  "Setelah sejak Jumat sore sampai malam, Fitri tidak bisa dihubungi, saya pun mendatangi Polsek Dramaga untuk melapor, namun diarahkan untuk melapor ke Polres Bogor. Laporan saya diterima dengan baik oleh polisi setempat, namun hingga kini polisi belum ada titik terang keberadaan anak saya itu. Saya juga sudah mencari ke mana-mana dan menghubungi teman-teman Fitri, namun belum ada kejelasan mengenai nasib anak saya," kata Sapto, per telepon, Minggu (17/4/2011) sore.

Sapto menjelaskan, Fitri anak kedua dari dua bersaudara. Namun, kakak Fitri sudah meniggal dunia. Fitri adalah sarjana teknologi pangan lulusan Swiss-German University di BSD, lalu melanjutkan pascasarjananya di IPB dengan jurusan Ilmu Pangan. "Saat ini anak saya sudah di semester empat pascasarjana IPB," katanya.

Selama kuliah di IPB, Fitri tinggal di Wisma Fio Dramaga. Setiap Kamis sore, orangtua Fitri menjemputnya dari wisama untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga di rumah mereka di Villa Bintaro Regency, Jalan Irian II, Pondok Aren, Tangerang. Mereka akan mengantar Fitri kembali ke Bogor pada Minggu sore.

"Waktu Kamis lalu, saya kirim SMS ke Fitri, akan menjemputnya pada Kamis sore. Namun ia membalas minta dijemput Jumat sore. Jumat pagi saya SMS memberi kabar, kami akan sampai di Bogor sekitar pukul 15.00, tapi SMS saya itu tidak dijawab," katanya.

Jumat sekitar pukul tiga sore, Sapto sampai di Wisma Fio. Namun, Fitri tidak ada di tempat. Sapto mencoba menelepon Fitri, namun telepon seluler anaknya itu mati. Pesan lewat SMS-nya pun tidak dibalas Fitri. Sapto pun melaporkan kehilangan Fitri ke Polres Bogor pada Sabtu dini hari.

"Setelah lapor, saya sempat terima telepon satu kali, katanya, saya baik-baik saja. Terima kasih. Aneh sekali, anak saya tidak pernah seperti itu. Sepertinya dia dalam tekanan. Sampai sekarang telepon selulernya tidak dapat dihubungi sama sekali," katanya.

Sapto dan kerabatnya sudah mencari-cari Fitri dengan menghubungi para teman Fitri dan juga sanak keluarga, termasuk yang di luar Jakarta dan Bogor. "Tetapi semua tidak tahu. Ada satu teman Fitri yang hari Kamis sempat menelepon Fitri dan janji bertemu.Tetapi, dia belum sempat bertemu, Fitri sudah tidak ada di wismanya," kata Sapto.

Ciri fisik Fitri, tinggi badan sekitar 165 cm. Lulusan SMA Regina Pacis Bogor tahun 1992 ini memiliki kulit kuning langsat dan rambut lurus. Sapto berharap jika ada yang berjumpa dengan Fitri, untuk memberinya kabar di nomor telepon 0811950793 atau ke polisi terdekat.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau