PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Sumbu kesabaran Bupati Probolinggo Hasan Aminudin habis juga. Gara-gara kesal dengan jalur pantura Pasuruan-Probolinggo yang hingga kini masih macet berjam-jam, Hasan memilih naik KA Mutiara Timur Jurusan Surabaya-Banyuwangi dari Surabaya menuju Probolinggo.
Akhir-akhir ini, jalur Pasuruan-Probolinggo sering macet total. Bahkan kemacetan tersebut selalu membuat antrean kendaraan hingga beberapa kilometer. Meskipun telah banyak masukan yang disampaikan oleh berbagai pihak, hingga kini masalah kemacetan ini belum ditangani secara serius.
Alhasil, pemandangan kemacetan ini selalu terjadi setiap hari. Terakhir, Hasan mengeluhkan kemacetan itu kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, pada kontes Peranakan Ettawa beberapa waktu lalu.
Naik kereta api itu sesungguhnya bentuk protes keras dari Hasan. Menurutnya, aksinya itu sebagai ungkapan protes terhadap lambannya penanganan kemacetan jalan di Pasuruan-Probolinggo tersebut.
Hasan dan istrinya, Tantriana, hanya menempuh dua jam dari stasiun Gubeng Surabaya menuju Probolinggo. "Kalau menggunakan mobil ke Pasuruan, macetnya lama, hingga 5 jam. Bahkan saya harus lewat jalan pintas di Winongan, Pasuruan," katanya, Minggu (17/4/2011).
"Ini merupakan bentuk ungkapan protes saya terhadap lambannya penanganan kemacetan jalan di wilayah Pasuruan. Sebab hingga kini, masalah kemacetan di jalan tersebut masih belum tertangani dengan baik," tegasnya.
Hasan menambahkan, naik kereta api ternyata lebih efektif dibandingkan dengan naik mobil. Kereta api merupakan salah satu solusi bagi masyarakat yang mau bepergian ke Surabaya atau sebaliknya. Sebab kereta api adalah sebuah moda transportasi alternatif yang sudah ada kepastian kapan berangkatnya.
"Daripada menggunakan mobil dan terjebak dalam kemacetan serta menyita banyak waktu, mending naik kereta. Secara psikologis naik kereta api dapat menghilangkan kejenuhan," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang