Kemacetan pantura

Protes, Bupati Probolinggo Pulang Naik KA

Kompas.com - 17/04/2011, 18:55 WIB

PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Sumbu kesabaran Bupati Probolinggo Hasan Aminudin habis juga. Gara-gara kesal dengan jalur pantura Pasuruan-Probolinggo yang hingga kini masih macet berjam-jam, Hasan memilih naik KA Mutiara Timur Jurusan Surabaya-Banyuwangi dari Surabaya menuju Probolinggo.

Akhir-akhir ini, jalur Pasuruan-Probolinggo sering macet total. Bahkan kemacetan tersebut selalu membuat antrean kendaraan hingga beberapa kilometer. Meskipun telah banyak masukan yang disampaikan oleh berbagai pihak, hingga kini masalah kemacetan ini belum ditangani secara serius.

Alhasil, pemandangan kemacetan ini selalu terjadi setiap hari. Terakhir, Hasan mengeluhkan kemacetan itu kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, pada kontes Peranakan Ettawa beberapa waktu lalu.

Naik kereta api itu sesungguhnya bentuk protes keras dari Hasan. Menurutnya, aksinya itu sebagai ungkapan protes terhadap lambannya penanganan kemacetan jalan di Pasuruan-Probolinggo tersebut.

Hasan dan istrinya, Tantriana, hanya menempuh dua jam dari stasiun Gubeng Surabaya menuju Probolinggo. "Kalau menggunakan mobil ke Pasuruan, macetnya lama, hingga 5 jam. Bahkan saya harus lewat jalan pintas di Winongan, Pasuruan," katanya, Minggu (17/4/2011).

"Ini merupakan bentuk ungkapan protes saya terhadap lambannya penanganan kemacetan jalan di wilayah Pasuruan. Sebab hingga kini, masalah kemacetan di jalan tersebut masih belum tertangani dengan baik," tegasnya.

Hasan menambahkan, naik kereta api ternyata lebih efektif dibandingkan dengan naik mobil. Kereta api merupakan salah satu solusi bagi masyarakat yang mau bepergian ke Surabaya atau sebaliknya. Sebab kereta api adalah sebuah moda transportasi alternatif yang sudah ada kepastian kapan berangkatnya.

"Daripada menggunakan mobil dan terjebak dalam kemacetan serta menyita banyak waktu, mending naik kereta. Secara psikologis naik kereta api dapat menghilangkan kejenuhan," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau