Investasi

Bank Miliki "Wealth Management" Diaudit

Kompas.com - 18/04/2011, 06:04 WIB

Jakarta, Kompas - Bank Indonesia mengaudit seluruh bank yang memiliki bisnis wealth management. Audit itu mencakup manajemen risiko, kontrol internal, layanan perbankan privat, dan manajemen pengelolaan karyawan.

Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah menyampaikan, hasil audit itu akan dievaluasi.

”Selanjutnya akan ada definisi yang jelas,” kata Difi di Jakarta akhir pekan lalu.

Wealth management adalah bagian layanan bank yang menyediakan semua produk bagi nasabah. Beberapa bank dengan layanan wealth management juga menjadi pintu penjualan produk investasi seperti saham, asuransi, reksa dana, dan surat utang negara.

”Bank harus menjelaskan kepada nasabah soal investasi ini yang juga mengandung risiko,” ujar Difi.

Umumnya, wealth management dan layanan perbankan privat dimiliki oleh bank-bank besar.

Belum memiliki

Wakil Direktur Utama Bank Jasa Jakarta Lisawati menyampaikan, sebagai bank menengah, Bank Jasa Jakarta saat ini belum memiliki layanan wealth management atau layanan perbankan privat.

Dari sisi regulasi, peraturan Bank Indonesia telah mengatur risiko operasional bank yang besarnya maksimal 15 persen dari pendapatan kotor bank. Aturan yang diberlakukan per awal tahun 2011 itu mengacu pada Basel III.

Semakin tinggi risiko bank tersebut, persentase risiko operasionalnya bertambah. Risiko ini antara lain dipengaruhi adanya kasus pembobolan bank.

Risiko dinaikkan

Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah pekan lalu menyampaikan, ada sebuah bank yang baru saja dinaikkan risiko operasionalnya menjadi kisaran 3-4 persen dari pendapatan kotor karena bank itu mengalami pembobolan.

”Yang menentukan risiko operasional adalah bank masing-masing. BI hanya memberikan penilaian atau memastikan apakah besarnya sudah tepat sesuai kondisi bank itu atau tidak,” ujar Difi.

Semakin tinggi risiko operasional bank, nilai kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) menjadi lebih lebih rendah.

Langkah BI mengaudit wealth management bank dipicu kasus pembobolan dana nasabah Citibank oleh karyawan Citibank, MD.

BI bahkan menghentikan sementara layanan penghimpunan nasabah baru Citigold, bentuk layanan perbankan privat Citibank.

Saat ini polisi masih menangani kasus ini untuk menentukan pihak-pihak yang harus bertanggung jawab. (IDR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau