Kairo, Kompas
Pemimpin Redaksi Baraka Malik al-Abdeh adalah salah satu pendiri Gerakan untuk Keadilan dan Pembangunan (MJD). Ini adalah kelompok gerakan oposisi Suriah di pengasingan.
Menurut Wikileaks, AS mengucurkan dana sedikitnya 6 juta dollar AS untuk Barada dan kelompok oposisi Suriah lain.
Pemerintah AS telah mencoba mendekati rezim Assad dengan harapan akan ada perubahan kebijakan rezim atas Israel, Lebanon, Irak, dan faksi-faksi radikal. Pada Januari lalu, AS untuk pertama kali dalam lima tahun terakhir menempatkan duta besar di Damaskus.
Kucuran dana AS ke kubu oposisi Suriah berlanjut hingga September 2010. Suriah dilanda aksi unjuk rasa anti-rezim Assad dalam sebulan terakhir. Dilaporkan, lebih dari 200 orang tewas akibat bentrokan antara aparat keamanan dan massa antirezim Assad.
Aparat keamanan Suriah hari Minggu lalu kembali melepaskan tembakan ke arah massa yang menghadiri acara pemakaman korban tewas. Sedikitnya tiga warga tewas akibat tembakan tersebut.
Puluhan ribu warga Suriah kini tetap turun ke jalan meski Presiden Assad berjanji mencabut undang-undang darurat, yang diberlakukan sejak tahun 1963. Undang-undang darurat itu mengizinkan aparat menangkap aktivis antirezim kapan pun dan di mana pun untuk dijebloskan ke penjara tanpa proses pengadilan.
Pemerintah AS pekan lalu dibuat gusar atas keinginan Iran membantu Suriah untuk meredam aksi protes di Suriah. Menurut AS, keinginan Iran itu merupakan bentuk campur tangan Iran di kawasan. ”Jika Suriah meminta bantuan Iran, hal itu menunjukkan Suriah tidak serius melaksanakan reformasi,” ungkap juru bicara Pemerintah AS, Mark Toner.
Sebelumnya, harian Lebanon,
Otoritas Suriah saat ini menuduh elemen-elemen Lebanon, di antaranya anggota parlemen dari kubu Al Mustaqbal pimpinan Saad Hariri, memasok senjata dan uang kepada kelompok teroris yang terlibat aksi unjuk rasa di Suriah untuk menumbangkan rezim Assad.
Saad Hariri dan kubu Mustaqbal selama ini menuduh Suriah dan Hezbollah berada di balik pembunuhan mantan Perdana Menteri Lebanon Rafik Hariri pada 14 Februari 2005 di Beirut.