Wikileaks

AS Danai Gerakan Oposisi Suriah

Kompas.com - 19/04/2011, 05:37 WIB

Kairo, Kompas - Pemerintah Amerika Serikat mendanai kubu oposisi Suriah. Salah satu elemen oposisi yang mendapat dana adalah stasiun televisi satelit Barada yang berbasis di London. Tayangan TV Barada soal anti-Presiden Bashar al-Assad secara khusus diarahkan ke Suriah. Harian AS, The Washington Post, memberitakan hal itu, Minggu (18/4), dengan mengutip Wikileaks.

Pemimpin Redaksi Baraka Malik al-Abdeh adalah salah satu pendiri Gerakan untuk Keadilan dan Pembangunan (MJD). Ini adalah kelompok gerakan oposisi Suriah di pengasingan.

Menurut Wikileaks, AS mengucurkan dana sedikitnya 6 juta dollar AS untuk Barada dan kelompok oposisi Suriah lain.

Pemerintah AS telah mencoba mendekati rezim Assad dengan harapan akan ada perubahan kebijakan rezim atas Israel, Lebanon, Irak, dan faksi-faksi radikal. Pada Januari lalu, AS untuk pertama kali dalam lima tahun terakhir menempatkan duta besar di Damaskus.

Kucuran dana AS ke kubu oposisi Suriah berlanjut hingga September 2010. Suriah dilanda aksi unjuk rasa anti-rezim Assad dalam sebulan terakhir. Dilaporkan, lebih dari 200 orang tewas akibat bentrokan antara aparat keamanan dan massa antirezim Assad.

Aparat keamanan Suriah hari Minggu lalu kembali melepaskan tembakan ke arah massa yang menghadiri acara pemakaman korban tewas. Sedikitnya tiga warga tewas akibat tembakan tersebut.

Puluhan ribu warga Suriah kini tetap turun ke jalan meski Presiden Assad berjanji mencabut undang-undang darurat, yang diberlakukan sejak tahun 1963. Undang-undang darurat itu mengizinkan aparat menangkap aktivis antirezim kapan pun dan di mana pun untuk dijebloskan ke penjara tanpa proses pengadilan.

Intervensi Iran

Pemerintah AS pekan lalu dibuat gusar atas keinginan Iran membantu Suriah untuk meredam aksi protes di Suriah. Menurut AS, keinginan Iran itu merupakan bentuk campur tangan Iran di kawasan. ”Jika Suriah meminta bantuan Iran, hal itu menunjukkan Suriah tidak serius melaksanakan reformasi,” ungkap juru bicara Pemerintah AS, Mark Toner.

Sebelumnya, harian Lebanon, Al Akhbar, yang juga mengutip situs Wikileaks, mengungkapkan, perdana menteri ad interim Lebanon, Saad Hariri, pada tahun 2006 meminta AS menggulingkan rezim Assad untuk diganti dengan pemerintah gabungan antara Ikhwanul Muslimin dan elemen-elemen pemerintah yang membelot dari Assad.

Otoritas Suriah saat ini menuduh elemen-elemen Lebanon, di antaranya anggota parlemen dari kubu Al Mustaqbal pimpinan Saad Hariri, memasok senjata dan uang kepada kelompok teroris yang terlibat aksi unjuk rasa di Suriah untuk menumbangkan rezim Assad.

Saad Hariri dan kubu Mustaqbal selama ini menuduh Suriah dan Hezbollah berada di balik pembunuhan mantan Perdana Menteri Lebanon Rafik Hariri pada 14 Februari 2005 di Beirut.

(mth)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau