Pilkada dki 2012

Tantowi: Baliho Liar Harus Ditertibkan

Kompas.com - 19/04/2011, 16:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi I DPR, Tantowi Yahya, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menertibkan spanduk dan baliho calon gubernur (cagub) ilegal. Bakal cagub dari Partai Golkar ini juga meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI untuk bersuara perihal mulai menjamurnya baliho dan spanduk berbau "Pilkada DKI" meski masa kampanye belum ditentukan.

"Kalau balihonya bayar pajak, saya serahkan ke pemasukan pemda, itu baik. Tapi kalau liar, mengganggu keindahan kota, atau tidak bayar pajak ya harusnya ditertibkan," ungkap Tantowi, Selasa (19/4/2011), dalam jumpa pers di Restoran Bumbu Desa, Cikini.

Untuk menertibkan baliho dan spanduk liar itu, Tantowi menyatakan, Pemprov DKI serta KPUD DKI harus segera bersikap. "Selain dari pemda, ya KPUD juga harus mulai bersuara terkait dengan baliho dan spanduk teman-teman lainnya," ungkap Tantowi.

Sebagai salah satu kandidat DKI 1, Tantowi mengatakan, dirinya akan lebih mengandalkan strategi kampanye door to door yang dirasa lebih mengena bagi masyarakat ketimbang kampanye melalui baliho dan spanduk.

"Untuk dipilih tidak hanya mengandalkan popularitas, tapi mengonversikannya dengan elektabilitas. Untuk itu, saya datangi kantong-kantong suara pemilih," tutur penyanyi musk country ini.

Tantowi Yahya kini tengah bersaing ketat dengan dua kandidat lainnya yang juga berasal dari Partai Golkar, yaitu Wakil Ketua Komisi III Azis Syamsuddin dan Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Prya Ramadhani. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar akan melakukan survei independen untuk menentukan siapa kandidat yang akan diusungnya dalam Pemilukada DKI 2012.

Meski merupakan partai besar secara nasional, Golkar hanya memiliki tujuh kursi di DPRD DKI. Partai dengan suara terbanyak di Ibu Kota masih dipegang Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Karena itu, Golkar harus melakukan koalisi untuk mengusung pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI selanjutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau