Dikeroyok Anjing Liar, Jari Bule Putus

Kompas.com - 19/04/2011, 22:31 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Frederric Carrlen, seorang warga Perancis, diserang sekelompok anjing liar yang sering "nongkrong" di sekitar tempat tinggalnya perumahan di Puri Gading, Jimbaran, Bali, Senin (18/4/2011). Akibat pengeroyokan ini, jari manis Carrlen putus dan pria 40 tahun ini juga mengalami luka di bagian lengan dan kaki.

Istri korban, Peni Candrawati, menuturkan, awal mula suaminya mengalami kejadian naas ini ketika hendak mengusir lima ekor anjing yang kerap meresahkan lingkungannya. Maksud hati membubarkan "geng" anjing perusuh tersebut, Carrlen justru menjadi bulan-bulanan mereka.

Lantaran hanya berbekal tangan kosong, Carrlen pun tak berdaya dikeroyok sekumpulan anjing liar ini. Seusai puas menganiaya Carrlen, anjing-anjing liar tersebut meninggalkan korbannya dalam kondisi jari manis terputus.

"Setelah saya bawa ke rumah sakit, dokter menyatakan jari itu telah mati dan tidak bisa disambung lagi," ujar kata Peni yang sempat menyimpan jari tersebut di lemari es. Tak terima dengan perlakuan gerombolan anjing liar tersebut, Peni meminta pemerintah daerah setempat untuk menangkap mereka supaya tidak kembali meresahkan warga.

Sampai saat ini Carrlen masih menjalani perawatan di rumah sakit untuk mengantisipasi penularan virus rabies yang disebabkan gigitan anjing. "Kita mengantisipasi agar korban tidak sampai terkena rabies. Biaya pengobatan kita tanggung semua," ujar Kepala Dinas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Badung Made Badra saat dikonfirmasi, Selasa (19/4/2011).

Dinas Peternakan Badung mengaku telah membunuh kelima anjing yang menyerang Carrlen sebagai langkah antisipasi penyebaran rabies. Penyerangan anjing liar secara membabi buta terhadap warga asing ini baru pertama kali terjadi sejak wabah rabies merebak pada akhir tahun 2008 silam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau