Nilai tukar

Ditopang Uang Panas, Rupiah Akan Kembali Menguat

Kompas.com - 20/04/2011, 04:23 WIB

Jakarta, Kompas - Mata uang di negara-negara Asia, termasuk rupiah, diprediksi akan kembali menguat karena membanjirnya uang panas (hot money). Faktor eksternal berupa kebijakan China untuk meningkatkan giro wajib minimum atau cadangan wajib minimum perbankan untuk menahan kas inflasi semu dan penurunan tinjauan utang Amerika Serikat telah ikut menyebabkan penurunan nilai tukar rupiah dua hari terakhir.

Pada Selasa (19/4), rupiah ditutup pada posisi Rp 8.686 terhadap dollar AS berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI). Senin (18/4) sebelumnya, rupiah juga telah melemah ke Rp 8.870 per dollar AS dibandingkan periode sebelumnya di posisi Rp 8.661 per dollar AS.

Pengamat pasar uang dari Currency Management Group, Farial Anwar, menyatakan kemungkinan adanya intervensi BI dalam pelemahan rupiah itu di samping faktor eksternal di kawasan Asia. Namun, dengan melihat faktor-faktor eksternal lain di pasar global, ia yakin potensi kenaikan tingkat nilai tukar rupiah masih tetap ada.

”Indonesia masih akan kebanjiran hot money karena investor masih akan mencari tempat yang paling aman dengan return yang paling tinggi. BI Rate kita masih 6,5 persen dengan posisi surat utang lebih tinggi lagi,” kata Farial.

Menurut dia, kondisi pasar global sedang tidak menguntungkan investor secara umum. Konflik di Timur Tengah merambat ke mana-mana, sementara Eropa masih dibayangi krisis keuangan di beberapa negara seperti Yunani dan Portugal. Oleh karena itu, rupiah diprediksi masih punya potensi ke posisi Rp 8.600 dengan rentang Rp 8.660-Rp 8.680 per dollar AS 1-2 hari ini.

Sementara itu, menurut pengamat pasar uang Lana Soelistianingsih, sentimen negatif masih akan memengaruhi nilai tukar rupiah hingga posisinya bisa mencapai Rp 8.700 per dollar AS pada pekan depan. Sentimen negatif itu terutama dipengaruhi oleh kebijakan di China. (BEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau