Pernikahan Kerajaan "Live" di YouTube

Kompas.com - 20/04/2011, 11:25 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Tembok kerajaan tidak membuat Pangeran William terkungkung konservatisme. Ia dan calon istrinya, Kate Middleton, merupakan anak zaman ini yang terbiasa dengan jejaring media sosial. Pasangan itu berkeras agar upacara pernikahan mereka pada 29 April ini di siarkan secara langsung di Youtube dan itu akan terlaksana. Keduanya ingin, acara pernikahan tersebut menjadi acara publik yang paling interaktif di dunia lewat peran media sosial.

Maka, selain Youtube, Istana St James juga akan menggunakan Twitter, Facebook dan flickr untuk menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik tentang pernikahan itu dan kesempatan untuk memberikan umpan balik. Pangeran William dan Kate Middleton merupakan pengguna Facebook, Twitter dan YouTube. Keduanya berperan aktif dalam mengawasi rencana-rencana liputan online terhadap upacara pada tanggal 29 April itu.

Di internet, Google sudah mengembangkan sebuah live blog yang akan disinkronkan dengan rekaman gambar hidup, yang memungkinkan pemirsa mengklik link yang memberikan informasi tambahan pada saat-saat penting pada misa pernikahan ketika acara itu berlangsung. Seorang juru bicara Istana St James mengatakan, "Kami ingin orang-orang dapat berinteraksi dengan acara pernikahan itu saat mereka menontonnya. Pangeran William dan Catherine Middleton sama seperti orang lain pada usia mereka dalam hal media sosial. Mereka pengguna Facebook dan YouTube... dan niat mereka selalu bahwa pernikahan mereka harus dapat diakses oleh semua orang."

Apakah pasangan itu berniat untuk mengubah status hubungan mereka di Facebook setelah pernikahan, juru bicara mengatakan, "Tunggu dan lihat saja."

Liputan acara pernikahan itu di Royal Channel, yang ada YouTube, akan dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat (17.00 WIB), satu jam sebelum upacara dimulai, dan berakhir pada pukul 14.00 (21.00 WIB), setelah pasangan itu muncul di balkon di Istana Buckingham. Live blog akan mencakup komentar tertulis oleh staf Clarence House dan Istana St James, serta link ke informasi tentang latar belakang dan foto-foto tambahan pasangan itu.

Juru bicara itu mengatakan, "Ini akan menjadi yang pertama kali sebuah live blog berbarengan dengan live streaming di YouTube. Contohnya, saat prosesi kereta melewati Clarence House, sebuah link akan muncul, yang memberikan informasi historis tentang Clarence House."

Sebuah video resmi "buku pernikahan/wedding book" telah diluncurkan di YouTube, Selasa, yang mengundang para pemberi ucapan untuk memposting pesan video mereka sendiri untuk pasangan tersebut. Sebuah aplikasi juga akan diluncurkan di Facebook Kerajaan yang memungkinkan para pengguna menjelaskan bagaimana mereka bersiap untuk acara tersebut dan bagaimana mereka merayakannya. Istana Buckingham telah meluncurkan sebuah halaman Facebook resmi pada November lalu. Sementara Clarence House mengumumkan pertunangan Pangeran William dan Middleton di Twitter pada bulan yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau